- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Waduh! Kapitalisasi Pasar Modal Dikuasai oleh 10 Emiten dengan Valuasi Tak Masuk Akal
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Jika kondisi tersebut benar terjadi, kata Wijayanto, dampaknya berpotensi merugikan investor ritel yang masuk pada harga tinggi tanpa memahami risiko valuasi.
“Yang dirugikan adalah investor ritel yang ikut-ikutan membeli, padahal valuasinya tidak mencerminkan kondisi fundamental sebenarnya,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, Wijayanto menyebut saham-saham berkapitalisasi besar di Amerika Serikat yang kerap disebut mengalami bubble justru memiliki PE ratio yang lebih rendah.
Tujuh raksasa teknologi yang dikenal sebagai The Magnificent Seven seperti Apple, Microsoft, Alphabet, Meta, Nvidia, Amazon, dan Tesla memiliki valuasi tinggi di bursa New York Stock Exchange (NYSE) dan Nasdaq. Rata-rata PE ratio enam perusahaan tersebut, di luar Tesla, berada di kisaran 25 hingga 65.
“Pengecualian Tesla. Ini Tesla memang Elon Musk ini agak-agak unik, ya. Tetapi Magnificent Seven minus Tesla itu PE ratio-nya di rentang 25 hingga 65,” jelasnya.
Baca Juga: Bongkar Ada Saham PE Ribuan Kali, Hashim: Ada yang Salah di Pasar
Angka tersebut masih jauh di bawah sejumlah emiten di Indonesia yang mencatat PE ratio di atas 100, bahkan ratusan hingga ribuan.
“Di Indonesia banyak perusahaan yang PE-nya di atas 100, di atas 200, di atas 300, di atas 500. Dan mereka mendominasi 40% kapitalisasi pasar kita. Ini yang menggambarkan mengapa MSCI mengeluarkan warning,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: