Kredit Foto: InJourney
Partisipasi jenama kuliner tersebut tidak hanya memperkaya pilihan produk bagi pengunjung, tetapi juga membuka ruang promosi dan perluasan jejaring usaha bagi pengusaha UMKM kuliner. Integrasi antara promosi wisata dan produk kreatif menjadi langkah strategis untuk memperkuat nilai tambah pariwisata nasional.
Dukungan terhadap penyelenggaraan BBWI Travel Fair juga datang dari sektor ritel dan pengelola pusat perbelanjaan. Deputi Marketing & Partnership HIPPINDO, Agung Tianara, menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor pariwisata dan ritel dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
“Wisata dan belanja merupakan satu kesatuan. Sinergi antara BBWI dan kampanye Belanja di Indonesia Aja relevan untuk meningkatkan traffic kunjungan sekaligus mendorong transaksi di dalam negeri,” kata Agung.
Ia menambahkan pusat perbelanjaan kini berkembang menjadi destinasi berbasis pengalaman yang menghadirkan interaksi sosial, hiburan, dan etalase produk lokal dalam satu ruang terpadu.
Baca Juga: Ekonomi RI Diproyeksikan Tumbuh Lebih Tinggi dalam Dua Tahun
“Mall menjadi meeting point sekaligus etalase bagi produk lokal dan pengusaha UMKM. Kolaborasi ini menghadirkan integrasi antara wisata dan belanja yang memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata dan belanja,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan BBWI Travel Fair 2026, Kementerian Pariwisata menegaskan sektor pariwisata domestik tetap menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional. Optimalisasi momentum musiman seperti Ramadhan dan Lebaran diharapkan mampu meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara secara signifikan dan merata.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: