Kredit Foto: Autopedia Sukses Lestari
Di lini bisnis lelang melalui JBA, perusahaan juga meningkatkan pasokan kendaraan dan memperluas akses lelang berbasis digital. Menjelang Lebaran, aktivitas lelang umumnya meningkat karena dealer dan pelaku usaha membutuhkan tambahan stok untuk memenuhi permintaan pasar.
Secara keseluruhan, ASLC memandang prospek bisnis mobil bekas pada 2026 tetap positif dengan fundamental pasar yang dinilai kuat. Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan dobel digit sepanjang 2026, ditopang ekspansi jaringan dan optimalisasi ekosistem omnichannel.
Optimisme tersebut ditopang kinerja 2025. Hingga kuartal III/2025, ASLC mencatat pendapatan tumbuh 15% secara tahunan menjadi Rp713 miliar dengan laba bersih Rp33,9 miliar.
Baca Juga: Penjualan Mobil Astra Capai 34.867 Unit Naik 0,97% di Januari 2026
“Dengan menjaga kualitas melalui proses inspeksi ketat dan menghadirkan transparansi harga serta kondisi kendaraan, ASLC memusatkan perhatian pada pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas bisnis,” kata Jany.
Momentum Lebaran 2026 menjadi salah satu pengungkit awal bagi target pertumbuhan tahun depan, seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan pribadi untuk mobilitas musiman masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: