Kredit Foto: PLN
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan beban listrik di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah mencapai 6 Giga Watt (GW). Jumlah tersebut melampaui konsumsi listrik satu pulau Sulawesi.
Koordinator Ketenagalistrikan Hilirisasi dan Kawasan Ekonomi Kementerian ESDM, Fadolly Ardin, menyebutkan kapasitas pembangkit mandiri di IMIP merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Kawasan ini menggunakan mekanisme Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Sendiri (IUPTLS) yang masif.
"Nah ini salah satu contoh kaptif yang cukup besar itu adalah IUPTLS yang ada di Morowali di kawasan industri Morowali Industrial Park ya di sana itu kalau enggak salah ada sekitar empat 4,91 GW pembangkitan yang menggunakan mekanisme IUPTLS," kata Fadolly dalam acara Dekarbonisasi Pembangkit Listrik Captive di Indonesia, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Jumlah itu belum termasuk utilitas listrik lain sehingga jumlah listrik di IMIP kini bebannya berada di sekitar 6 GW.
Lonjakan beban listrik di titik koordinat Morowali tersebut bahkan membuat profil konsumsi energi satu Pulau Sulawesi tampak kecil secara proporsional. Angka ini mencerminkan betapa agresifnya ekspansi industri pengolahan nikel di wilayah tersebut.
"Nah yang kami dapatkan kenapa kami bilang sangat besar karena posisi salah satu contoh di IMIP kemarin itu sekarang kalau enggak salah bebannya ada 6 gigawatt di IMIP itu satu pulau Sulawesi saja tidak sampai 30% dari apa beban puncak yang dimiliki IMIP sekarang," jelasnya.
Fadolly menekankan keheranan teknis atas fenomena ini mengingat IMIP hanyalah satu titik industri di Sulawesi Tengah. Namun, kebutuhan energinya justru mendominasi peta kelistrikan di wilayah Indonesia Timur secara keseluruhan.
"Dan padahal IMIP itu cuma satu titik di Morowali di Sulawesi Tengah ya. Nah sedangkan kita punya satu pulau Sulawesi itu enggak sampai segitu gitu," tambah Fadolly membandingkan beban puncak kawasan tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Amry Nur Hidayat