Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Bagi sektor logam tanah jarang nasional, kesepakatan ini merupakan momentum strategis.
Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto menegaskan, akses terhadap teknologi pengolahan LTJ selama ini menjadi kendala utama Indonesia.
“Beberapa negara kami jumpai untuk dilakukan pembicaraan."
"Bagaimana, apakah mungkin mereka mengembangkan bersama Indonesia untuk downstreaming Logam Tanah Jarang ini."
Baca Juga: Industri Logam Dasar Pimpin Realisasi Investasi 2025, Capai Rp262,2 Triliun
"Hampir semua negara menutup, mereka hanya mau membeli bahan mentah,” ungkap Brian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Senin (9/2/2026).
Brian menambahkan, pemrosesan LTJ hingga menjadi mineral tunggal yang bernilai komersial memiliki kompleksitas teknologi yang tinggi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: