Bitcoin Terkoreksi, Indodax Sebut Fase Konsolidasi Bitcoin Sebagai Siklus Wajar
Kredit Foto: Indodax
“Koreksi harga yang terjadi setelah rilis FOMC merupakan respons pasar yang wajar dan bersifat sementara. Investor global saat ini menyesuaikan ekspektasi terhadap jadwal pemangkasan suku bunga The Fed. Meski Bitcoin berada di bawah US$67.000, pergerakan ini masih berada dalam rentang konsolidasi yang sehat. Area US$64.000 menjadi titik support yang kuat dan secara historis fase konsolidasi kerap menjadi fondasi sebelum pergerakan lanjutan,” ujar Antony.
Antony juga menyinggung keterkaitan dinamika global tersebut dengan kebijakan moneter dalam negeri. Keputusan Bank Indonesia terkait BI Rate yang berada pada kisaran 4,75%–5,5% dinilai berpengaruh terhadap arah likuiditas investor domestik.
“Langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah memberikan kepastian bagi perekonomian nasional. Di tengah dinamika suku bunga dan isu geopolitik global, investor kripto diharapkan tetap rasional dalam mengambil keputusan,” kata Antony.
Sebagai platform pertukaran aset kripto di Indonesia, Indodax menyampaikan pentingnya pendekatan rasional dalam menghadapi volatilitas pasar. Investor diimbau untuk melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) serta menerapkan manajemen risiko secara disiplin. Dalam kondisi pasar yang dipengaruhi tekanan makroekonomi, strategi investasi bertahap seperti Dollar Cost Averaging (DCA) kerap digunakan untuk mengelola fluktuasi harga.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: