Kredit Foto: Istimewa
Sementara Asta Cita ketiga berbunyi, "Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur." Adapun Asta Cita kelima menyebutkan, "Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri."
Gobel menilai Asta Cita ketiga dan kelima saling terkait erat, yaitu hubungan antara lapangan kerja dan industrialisasi.
"Rencana impor mobil besar-besaran dengan menggunakan dana BUMN ini sama sekali tidak mendukung Asta Cita, bahkan melanggarnya. Kebijakan ini menghamburkan dana negara untuk membiayai tenaga kerja asing dan industri negara lain. Setiap produk yang kita beli berarti kita membeli jam kerja orang di balik produk tersebut. Di sinilah makna sesungguhnya dari kedaulatan ekonomi. Apakah kita sedang membiayai rakyat sendiri atau justru memberi jajan ke rakyat negara lain?" ujarnya.
Oleh karena itu, Gobel menekankan pentingnya memahami pemikiran ekonomi-politik Sumitro Djojohadikusumo yang dikenal sebagai Sumitronomics. Salah satu doktrin terpenting dalam Sumitronomics adalah ketidakpercayaan Sumitro bahwa pasar akan menciptakan pembangunan secara otomatis. Karena itu, negara harus mengarahkan investasi dan melindungi industri dalam negeri. Menurut Sumitro, kemerdekaan politik tanpa kemerdekaan ekonomi adalah semu.
"Dalam konteks ini, fiskal merupakan alat industrialisasi dan BUMN menjadi agen transformasi ekonomi nasional. Bahkan industri nasional harus mendapatkan proteksi," kata Gobel.
Dalam sektor otomotif, Gobel menilai industri dalam negeri telah mampu memproduksi kendaraan dengan kualitas baik. Meskipun industri otomotif Indonesia masih merupakan bagian dari jaringan industri pemilik merek global, kandungan lokal terus ditingkatkan dan dikerjakan oleh tenaga kerja Indonesia.
"Yang harus diingat adalah prinsip pohon industri. Dari satu industri besar, banyak UMKM yang menjadi penyokongnya. Industri otomotif di Indonesia telah memiliki jaringan layanan purna jual yang baik di seluruh Indonesia, sehingga menjamin ketersediaan after sales services," jelasnya.
Selain itu, Gobel menyebut PT Pindad telah mampu memproduksi mobil sendiri. "Pengadaan mobil untuk KDMP seharusnya menjadi momentum bagi Pindad untuk membuktikan kemampuannya," imbuhnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: