Kredit Foto: Azka Elfriza
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan menyatakan momentum Ramadan dan Lebaran belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja industri asuransi umum, meskipun pemerintah memproyeksikan peningkatan belanja masyarakat selama periode tersebut.
“Kalau ditanyakan dampaknya ke asuransi umum, saya pikir kita tidak mengalami secara signifikan,” ujarnya, dalam Konferensi Pers AAUI Triwulan IV 2025, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, meski dalam dua tahun terakhir pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perpanjangan masa cuti, kenaikan premi asuransi pada periode Ramadan dan Lebaran masih terbatas. Peningkatan hanya terlihat pada beberapa lini tertentu.
Baca Juga: AAUI Ragukan Kelayakan Asuransi Program Makan Bergizi Gratis
“Paling ada yang naik di sektor personal accident, ada juga perluasan jaminan dari properti seperti burglary, tapi tidak signifikan naiknya,” kata Budi.
Baca Juga: AAUI Ingatkan Risiko Kenaikan Limit Investasi Asuransi
Menurut Budi, asuransi kendaraan yang biasanya meningkat menjelang Lebaran akibat pembelian kendaraan untuk mudik, tidak menunjukkan lonjakan berarti tahun ini. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sikap masyarakat yang lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Saya pikir masyarakat sekarang lebih memilih menghemat daripada membelanjakan secara konsumtif, karena kondisinya berbeda dengan dua sampai tiga tahun yang lalu,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: