Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Uji 6G Samsung Capai 3Gbps di 7GHz, Sinyal Awal Era Internet Supercepat

Uji 6G Samsung Capai 3Gbps di 7GHz, Sinyal Awal Era Internet Supercepat Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Langkah menuju era 6G kian konkret setelah Samsung Electronics mencatatkan kecepatan unduh hingga 3Gbps dalam pengujian pita frekuensi 7GHz. Hasil ini menempatkan perusahaan tersebut di jalur awal pengembangan infrastruktur jaringan generasi berikutnya.

Pengujian tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan KT Corporation, salah satu operator telekomunikasi terbesar di Korea Selatan. Kerja sama ini dirancang untuk memastikan uji coba berlangsung dalam skenario yang merefleksikan kondisi jaringan nyata.

Alih-alih sekadar simulasi laboratorium, pengujian dilakukan dengan pendekatan luar ruangan yang menyerupai penggunaan komersial. KT Corporation berperan dalam mereplikasi lingkungan jaringan agar hasilnya relevan untuk implementasi di masa depan.

Teknologi yang digunakan dalam uji coba ini adalah eXtreme multiple-input multiple-output atau X-MIMO. Sistem tersebut memanfaatkan antena berdensitas sangat tinggi untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas transmisi data.

Dalam pengujian itu, delapan aliran data berhasil dikirim secara bersamaan dari stasiun pangkalan menuju perangkat pengguna. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana spektrum frekuensi dapat dimaksimalkan melalui pengolahan sinyal yang lebih kompleks.

Hasil akhirnya menunjukkan kecepatan unduh puncak mencapai sekitar 3Gbps pada pita 7GHz. Angka tersebut menjadi indikator teknis penting dalam riset jaringan 6G yang masih berada pada tahap awal pengembangan global.

GSM Arena pada Sabtu (21/2/2026) menyoroti bahwa Samsung tidak hanya berfokus pada produksi perangkat konsumen, tetapi juga aktif dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi.

Pita frekuensi 7GHz saat ini dipandang sebagai kandidat strategis untuk implementasi 6G. Spektrum ini dinilai menawarkan keseimbangan antara kapasitas data tinggi dan jangkauan sinyal yang lebih stabil.

Berbeda dengan gelombang milimeter yang memiliki kapasitas besar namun jangkauan terbatas, 7GHz dianggap lebih fleksibel untuk berbagai skenario penggunaan. Karakteristik tersebut membuatnya menarik sebagai fondasi jaringan generasi mendatang.

Teknologi X-MIMO sendiri disebut sebagai salah satu pilar utama dalam arsitektur 6G. Sistem antena masif memungkinkan pemanfaatan spektrum lebih efisien sekaligus meningkatkan performa koneksi di area padat.

Secara global, standar resmi 6G memang belum ditetapkan. Namun berbagai perusahaan teknologi dan operator telah memulai riset untuk membentuk ekosistem awalnya.

Samsung termasuk di antara pemain besar yang terlibat aktif dalam pengembangan tersebut. Perusahaan ini memiliki portofolio luas di bidang perangkat jaringan dan infrastruktur telekomunikasi.

Keberhasilan mencapai 3Gbps pada pita 7GHz menjadi sinyal bahwa fondasi teknis 6G mulai terbentuk. Pengujian semacam ini juga membuka peluang bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam penyusunan standar internasional.

Meski komersialisasi 6G diperkirakan masih beberapa tahun lagi, riset terus dipercepat. Pengembangan infrastruktur sejak dini dianggap penting untuk memastikan kesiapan industri saat standar resmi ditetapkan.

Baca Juga: Harga 3 Jutaan, Tapi Chipset Jadul? Simak Fakta Samsung Galaxy A26 5G

Dengan uji coba ini, Samsung menunjukkan perannya tidak hanya sebagai produsen ponsel pintar, tetapi juga sebagai pengembang teknologi inti jaringan. Evolusi dari 5G menuju 6G kini memasuki babak baru yang semakin terukur secara teknis.

Ke depan, keberhasilan di pita 7GHz dapat menjadi referensi bagi regulator dan pelaku industri dalam menentukan alokasi spektrum. Riset ini sekaligus menandai langkah awal menuju jaringan dengan kapasitas lebih besar dan latensi lebih rendah di masa mendatang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: