Taktik Toyota di Tengah Mulai Surutnya FOMO Mobil Listrik: Genjot Produksi Mobil Hybrid hingga 2028
Kredit Foto: Istimewa
Toyota juga memperkenalkan varian hybrid dari Toyota RAV4 pada Desember dan berencana memulai produksi sedan Corolla hybrid di fasilitasnya di Mississippi setelah 2028.
Berdasarkan data perusahaan dan GlobalData, Toyota menguasai 58 persen pangsa pasar global kendaraan hybrid pada akhir 2025. Lembaga riset berbasis di Inggris tersebut kemudian merevisi naik proyeksi penjualan hybrid dan plug-in hybrid global menjadi 29 juta unit pada 2030, atau 2,8 juta unit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Sejumlah produsen otomotif global juga mulai menyesuaikan strategi elektrifikasi mereka. Ford Motor Company memangkas sejumlah program kendaraan listrik dan memperkirakan pembukuan penurunan nilai (write-down) hingga 19,5 miliar dolar AS sampai tahun fiskal 2027.
General Motors tengah merombak produksi kendaraan listriknya dan berencana mengembangkan model hybrid bersama Hyundai Motor Company. Sementara Volkswagen memperkenalkan sistem full-hybrid pertamanya.
Di sisi lain, Tesla bulan lalu mengumumkan penghentian produksi model premium S dan X serta akan mengalihkan fasilitasnya di California untuk pengembangan robot humanoid, setelah mencatat penurunan penjualan tahunan sebesar 9 persen menjadi 1,63 juta unit.
Dengan pergeseran kebijakan global dan dinamika pasar tersebut, Toyota tampaknya memilih memperkuat strategi hybrid sebagai jembatan transisi menuju elektrifikasi penuh, sembari menjaga fleksibilitas di tengah ketidakpastian regulasi dan permintaan pasar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat