Rupiah Menguat ke Rp16.800 Usai Moody's Beri Peringkat Positif Obligasi RI
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
“Pemerintah diperkirakan akan semakin mengandalkan belanja fiskal untuk mendukung agenda pembangunan, termasuk program ketahanan pangan dan perumahan terjangkau,” katanya.
Dari sisi eksternal, Ibrahim menyebut penguatan rupiah juga dipengaruhi kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang mulai memberlakukan tarif impor global sementara sebesar 10%, dengan rencana peningkatan tarif menjadi 15% oleh Presiden Donald Trump.
Baca Juga: APBN dan Tarif Trump Menjadi Sorotan, Begini Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Hari Ini (25/2)
“Langkah ini memicu ketidakpastian terhadap perdagangan global dan berpotensi menekan inflasi,” ujarnya.
Kebijakan tarif tersebut menyusul putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pekan lalu yang membatalkan pemberlakuan bea masuk besar-besaran berbasis kewenangan darurat. Putusan itu mendorong Washington kembali menerapkan tarif melalui dasar otoritas hukum alternatif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: