Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investasi IMIP Tembus Rp696,9 Triliun hingga Akhir 2025

Investasi IMIP Tembus Rp696,9 Triliun hingga Akhir 2025 Kredit Foto: IMIP
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mencatat total investasi yang masuk ke kawasan industri  mencapai US$41,483 miliar atau setara Rp696,91 triliun hingga akhir 2025. Nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi investasi pada 2022 yang tercatat sebesar US$29,6 miliar.

Deputi Direktur Operasional PT IMIP Yulius Susanto menyatakan lonjakan investasi tersebut mencerminkan kepercayaan investor global terhadap ekosistem industri terintegrasi yang dikembangkan di Morowali.

“Investasi di kawasan IMIP terus meningkat secara konsisten. Pertumbuhan ini juga berdampak langsung pada peningkatan serapan tenaga kerja,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga: Beban Listrik IMIP Tembus 6 GW, Lebih Besar dari Satu Pulau Sulawesi

Yulius menjelaskan, investasi tersebut mencakup pengembangan hilirisasi nikel, pembangunan infrastruktur kawasan, serta ekspansi tenant manufaktur. Hingga saat ini, terdapat 52 perusahaan yang beroperasi di kawasan IMIP dengan fokus pada pengolahan nikel, produksi stainless steel dan carbon steel, hingga bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia menempati posisi strategis dalam rantai pasok global transisi energi. Nikel menjadi komponen utama industri baterai, khususnya untuk produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dan nikel sulfat yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik. Seiring meningkatnya komitmen global terhadap dekarbonisasi dan pengembangan energi terbarukan, kebutuhan nikel diproyeksikan terus tumbuh dalam jangka panjang.

IMIP juga menegaskan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional kawasan. Kolaborasi antara perusahaan pengolahan mineral, produsen baterai, dan industri kendaraan listrik di dalam kawasan diarahkan untuk membangun rantai pasok terintegrasi, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: