Kredit Foto: Pexels
"Namun, kemampuan membayar utang tetap dibatasi oleh basis pendapatan yang rendah, membatasi fleksibilitas fiskal dan meningkatkan sensitivitas terhadap pergeseran kepercayaan pasar," sebut Moody's.
Keberadaan lembaga pengelola investasi baru, Danantara, juga turut menjadi perhatian. Moody’s menilai adanya ketidakpastian terkait pendanaan dan tata kelola Danantara dapat menimbulkan risiko kewajiban kontinjensi bagi pemerintah, mengingat kewenangannya yang besar atas aset-aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Danantara, juga telah meningkatkan risiko terhadap kredibilitas kebijakan dan potensi kewajiban kontingen bagi negara, terutama mengingat kewenangannya atas aset perusahaan milik negara dan agenda investasi yang ambisius," tulis Moody's.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement