Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Apa dan Siapa El Mencho?

Apa dan Siapa El Mencho? Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pasukan keamanan Meksiko menewaskan gembong narkoba paling dicari oleh pihak Amerika Serikat yakni Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”.

Ia adalah pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG) yang pada Minggu (22/2) tewas dalam operasi berisiko tinggi di negara bagian Jalisco, Meksiko Barat.

El Mencho selama ini dikenal sebagai salah satu buronan gembong narkoba paling dicari oleh otoritas AS, karena memasok narkoba mulai dari bentuk metamfetamin, heroin, hingga fentanyl.

Kematian pria berusia 59 tahun itu disebut sebagai pukulan terbesar terhadap kejahatan terorganisir sejak penangkapan ulang Joaquin Guzman alias “El Chapo” hampir satu dekade lalu.

Siapa El Mencho

El Mencho berasal dari Michoacan, Meksiko Barat dan mengorgarnisir jaringan narkoba CJNG yang kemudian berkembang pesat menjadi salah satu kartel paling kuat dan brutal di Meksiko.

Kartel ini menyelundupkan kokain, metamfetamin, dan fentanyl ke Amerika Serikat, serta terlibat dalam penyelundupan migran. CJNG juga dikenal menggunakan taktik militer, termasuk drone bersenjata dan bahan peledak rakitan, serta kerap menyerang langsung aparat keamanan.

Bagaimana Operasi Penangkapan Berlangsung?

Operasi bermula pada 20 Februari, setelah aparat menerima informasi intelijen dari seorang rekan dekat pasangan romantis El Mencho. Informasi itu mengarah pada sebuah properti di kota pegunungan Tapalpa, Jalisco, tempat ia diduga bersembunyi.

Pasukan khusus, didukung Garda Nasional serta helikopter dan pesawat militer, mengepung lokasi sebelum fajar pada 22 Februari. Saat tentara bergerak maju, anggota kartel langsung melepaskan tembakan. Baku tembak berlangsung selama berjam-jam dan meluas ke beberapa wilayah.

El Mencho dan lingkaran dalamnya sempat melarikan diri ke kompleks kabin di area hutan terdekat. Namun baku tembak kedua kembali pecah. Aparat akhirnya menemukan El Mencho dalam kondisi terluka bersama dua pengawalnya.

Ia diterbangkan menggunakan helikopter menuju fasilitas medis, namun dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan kepada Reuters bahwa satuan tugas intelijen militer AS yang fokus pada kartel narkoba turut mendukung operasi tersebut.

Serangan Balasan Kartel

Dikutip dari Aljazeera, penggerebekan itu memicu reaksi cepat dari petinggi kartel. Kementerian Pertahanan Meksiko mengidentifikasi tokoh senior CJNG bernama “El Tuli”, tangan kanan El Mencho sekaligus operator keuangan utama kartel, sebagai dalang serangan balasan terkoordinasi di Jalisco.

Ia diduga mengatur pemblokiran jalan, pembakaran kendaraan, serta serangan ke fasilitas pemerintah. Bahkan, ia disebut menawarkan imbalan 20.000 peso (sekitar 1.100 dolar AS) untuk setiap anggota militer yang dibunuh.

Di hari yang sama, aparat melacak keberadaannya ke kota kecil El Grullo, sekitar 180 kilometer barat daya Guadalajara. Saat mencoba melarikan diri dan menembaki petugas, El Tuli tewas dalam baku tembak.

Gelombang Kekerasan Meluas

Kekerasan dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah Meksiko. Anggota kartel membakar kendaraan dan memblokir jalan raya di sejumlah negara bagian.

Maskapai membatalkan penerbangan menuju Puerto Vallarta, kota resor di pesisir Pasifik Jalisco, setelah asap tebal dari pembakaran kendaraan menarik perhatian internasional. Sekolah dan universitas menghentikan kegiatan belajar, sementara pemerintah daerah meminta warga tetap berada di dalam rumah.

Hingga Senin, otoritas melaporkan sedikitnya 30 anggota geng tewas, bersama 25 personel Garda Nasional dan satu warga sipil. Lebih dari 70 orang ditangkap di tujuh negara bagian, dengan sedikitnya 85 aksi pemblokiran jalan terkait kartel tercatat hanya dalam satu hari.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat