Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perkuat Transformasi Bisnis, Chandra Asri Bidik Pasar Asia Tenggara

Perkuat Transformasi Bisnis, Chandra Asri Bidik Pasar Asia Tenggara Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengakselerasi transformasi bisnis menjadi perusahaan solusi energi, kimia, dan infrastruktur terintegrasi di Asia Tenggara sebagai respons atas perubahan lanskap industri global, volatilitas harga energi, serta kebutuhan penguatan rantai pasok regional.

Direktur Sumber Daya Manusia & Corporate Affairs Chandra Asri Group, Suryandi, mengatakan transformasi tersebut diarahkan untuk membangun struktur bisnis yang lebih resilien di tengah tekanan industri petrokimia global. Menurut dia, strategi ini menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang perseroan.

“Muaranya adalah bagaimana kami membangun ekosistem yang saling menguatkan di bidang energi, kimia, dan infrastruktur sebagai satu kesatuan yang siap bersaing di Asia Tenggara,” ujarnya dalam diskusi media di Jakarta, (24/2/2026).

Baca Juga: Progres Pabrik CA-EDC Chandra Asri (TPIA) Capai 50%, Target Operasi Kuartal I 2027

TPIA menilai peluang domestik masih terbuka luas. Sekitar 50% kebutuhan petrokimia nasional masih dipenuhi melalui impor, sementara pertumbuhan permintaan dalam negeri tercatat melampaui rata-rata global. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi perseroan untuk meningkatkan kapasitas produksi, mendorong substitusi impor, serta memperluas dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja.

Dalam kerangka transformasi tersebut, TPIA memperluas cakupan bisnis dari petrokimia ke sektor energi dan infrastruktur. Model ekosistem terintegrasi ini dirancang untuk memperdalam integrasi vertikal dan horizontal, meningkatkan efisiensi biaya, memperkuat keamanan pasokan, serta menciptakan efek berganda bagi perekonomian.

Suryandi mengungkapkan, kapasitas produksi terintegrasi perseroan diproyeksikan meningkat signifikan. Dari sekitar 4,2 juta ton pada 2024, kapasitas tersebut ditargetkan tumbuh menjadi lebih dari 21 juta ton pada 2027 seiring ekspansi aset dan integrasi regional yang dijalankan.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri