Trump Ketar-ketir, Sebut Iran Kembangkan Rudal Guna Menyerang Amerika Serikat (AS)
Kredit Foto: Istimewa
Meski demikian, ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses negosiasi nuklir yang hingga kini belum membuahkan hasil konkret. Menurutnya, Iran belum menyampaikan komitmen paling mendasar yang diinginkan Washington.
“Mereka ingin membuat kesepakatan, tapi kami belum mendengar kata-kata kunci itu: ‘Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir’,” ujarnya.
Baca Juga: Indonesia Resmi Teken Perjanjian Dagang Resiprokal dengan Amerika Serikat
Pernyataan Trump disampaikan di tengah meningkatnya kehadiran militer dari Amerika Serikat di Timur Tengah. Washington dilaporkan telah mengerahkan armada besar, termasuk kapal induk dan aset udara, serta menyiapkan skenario konflik yang berpotensi berlangsung selama berminggu-minggu apabila tak ada kesepakatan terkait program nuklir dari Iran.
Adapun Iran kembali menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kebutuhan energi sipil. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menyebut tuduhan bahwa pihaknya melakukan pengembangan senjata nuklir adalah kebohongan yang diulang-ulang.
“Apa yang diklaim tentang program nuklir kami dan rudal balistik antarbenua hanyalah pengulangan dari serangkaian kebohongan besar,” kata Baghaei.
Teheran sendiri menyatakan tetap terbuka untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Iran mengaku siap mengambil semua langkah yang diperlukan demi tercapainya perjanjian, namun memperingatkan akan memberikan respons tegas apabila terjadi serangan militer dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Negosiasi atau Perang, Iran Sudah Punya Rencana Hadapi Invasi Amerika Serikat (AS)
Iran juga mengisyaratkan kesiapan memberikan konsesi terbatas, termasuk kemungkinan mengirim sekitar setengah dari persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tertinggi ke luar negeri, mengencerkan sisa stok uranium, serta berpartisipasi dalam pembentukan konsorsium pengayaan uranium regional. Sebagai imbalannya, mereka menuntut pencabutan sanksi ekonomi dan pengakuan resmi atas hak Iran melakukan pengayaan uranium untuk tujuan damai.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: