Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Verifikasi Usia Ditunda, Discord Klarifikasi Soal Isu Data Pribadi

Verifikasi Usia Ditunda, Discord Klarifikasi Soal Isu Data Pribadi Kredit Foto: Freepik
Warta Ekonomi, Jakarta -

Discord menunda implementasi kebijakan verifikasi usia secara global hingga paruh kedua 2026, lebih lambat dari rencana awal yang dijadwalkan mulai berlaku pada Maret 2026. Penundaan tersebut diputuskan setelah muncul resistensi dari pengguna yang menyoroti isu keamanan serta perlindungan data pribadi.

Chief Technology Officer Discord, Stanislav Vishnevskiy, mengakui terdapat kekeliruan dalam komunikasi kebijakan kepada publik sejak awal pengumuman. Dalam pernyataan resmi di blog Discord, manajemen menilai kurangnya penjelasan detail memicu kesalahpahaman luas di kalangan pengguna.

“Kami gagal dalam menjelaskan apa rencana kami. Itu adalah kesalahan kami. Jadi izinkan saya mencoba lagi dengan lugas untuk menjelaskan apa yang sebenarnya kebijakan kami,” ujar Stanislav Vishnevskiy,  mengutip blog pribadinya Rabu (25/02/2026).

Baca Juga: Adopsi AI Indonesia Capai 92 Persen tapi Minim Produktivitas, Startup Didorong Tumbuh

Kebijakan verifikasi usia menjadi polemik setelah berkembang persepsi bahwa Discord akan mewajibkan seluruh akun melakukan verifikasi manual, termasuk pemindaian wajah (face scan) atau pengunggahan identitas resmi pemerintah. Kekhawatiran tersebut memicu penolakan dari komunitas pengguna yang menilai langkah itu berisiko membuka ruang pengumpulan data biometrik dalam skala besar.

Manajemen Discord menegaskan persepsi tersebut tidak sepenuhnya tepat. Stanislav menyatakan bahwa sebagian besar akun tidak akan diminta menjalani verifikasi manual. Sekitar 90% akun dapat dikonfirmasi status usianya secara otomatis melalui sistem berbasis sinyal akun yang telah tersedia di platform.

Sementara itu, hanya sekitar 10% pengguna yang memerlukan konfirmasi tambahan. Untuk kelompok ini, Discord menyebut akan menyediakan opsi alternatif guna memverifikasi usia tanpa mengharuskan pengguna menyerahkan identitas pribadi atau data sensitif tertentu.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: