Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PLTS 100 GW Butuh US$70 Miliar, Reformasi RUPTL Disebut Jadi Penentu

PLTS 100 GW Butuh US$70 Miliar, Reformasi RUPTL Disebut Jadi Penentu Kredit Foto: KEEN

“Sisa kapasitas menuju target PLTS 100 GW perlu diintegrasikan dalam RUPTL Perusahaan Listrik Negara. Hal ini mensyaratkan adanya trade-off kebijakan, yaitu percepatan pengakhiran operasi PLTU yang sudah tua dan tidak efisien sebelum 2030, serta pengurangan atau pembatalan pembangunan PLTU baru,” papar Alvin.

IESR memperingatkan, tanpa langkah tersebut, risiko kelebihan kapasitas pembangkit fosil dan potensi stranded assetsakan meningkat.

Dari sisi pembiayaan dan tata kelola, Chief Executive Officer IESR, Fabby Tumiwa, menekankan pentingnya kerangka implementasi yang kredibel untuk menarik investasi. Menurutnya, transformasi energi tidak cukup hanya ditopang oleh target kapasitas semata.

Baca Juga: APLSI Soroti 75% RUPTL Dibangun Swasta

Dengan desain implementasi yang solid, dampak ekonomi dan fiskal dinilai sangat signifikan.

“Dengan strategi implementasi yang tepat, program PLTS 100 GW dapat menyediakan listrik andal dan terjangkau bagi puluhan juta masyarakat, menghemat subsidi BBM hingga Rp21 triliun, mendorong investasi energi surya US$50–70 miliar, menciptakan 118 ribu green jobs, serta berkontribusi menurunkan emisi GRK hingga 24 juta tCO₂eq,” ujar Fabby.

Untuk merealisasikan target tersebut, dalam 180 hari pertama IESR merekomendasikan sejumlah langkah, antara lain penerbitan Perpres atau Inpres pembentukan tim pelaksana, penetapan standar mini-PPA, pengamanan pendanaan APBN dan internasional, penguncian harga modul PV dan battery energy storage system (BESS), bundling proyek regional, serta sertifikasi sedikitnya 5.000 teknisi.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: