Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mau Mulai Investasi? Ini Cara Buka Rekening Saham Online

Mau Mulai Investasi? Ini Cara Buka Rekening Saham Online Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K

Proses pembukaan rekening saham online biasanya tidak memakan waktu lama. Setelah registrasi dan pengunggahan dokumen selesai, ekuritas akan melakukan verifikasi identitas calon investor.

Durasi rata-rata dalam proses ini adalah 1–3 hari kerja hingga RDN aktif dan siap digunakan.

Terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kecepatan, seperti kelengkapan dokumen (KTP, NPWP, rekening bank), proses verifikasi oleh sekuritas dan bank mitra, dan kebijakan internal masing-masing sekuritas.

Bahkan ada sekuritas dengan sistem digital yang lebih cepat bisa menyelesaikan proses dalam hitungan jam, selama dokumen lengkap dan verifikasi berjalan lancar.

Biaya dan Fee Transaksi yang Perlu Diketahui

1. Fee Beli dan Jual

Investor akan dikenakan biaya berupa fee transaksi setiap membeli atau menjual saham. Fee ini merupakan sumber pendapatan bagi perusahaan sekuritas sekaligus biaya layanan atas fasilitas transaksi yang diberikan.

Fee untuk membeli saham biasanya berkisar antara 0,15%–0,25% dari nilai transaksi. Sedangkan untuk penjualan saham sedikit lebih tinggi, sekitar 0,20%–0,30% dari nilai transaksi.

Besaran fee ini berbeda-beda tergantung pada kebijakan sekuritas. 

2. Biaya Administrasi

Sekuritas juga menetapkan biaya administrasi selain fee dari jual beli. Biaya administrasi ini biasanya terkait dengan RDN yang dibuka di bank mitra sekuritas.

Bentuknya bisa berupa biaya bulanan, biaya transfer dana, atau biaya penarikan saldo dari RDN ke rekening pribadi. Untuk besarannya relatif kecil, biasanya hanya beberapa ribu rupiah per bulan, tergantung kebijakan bank mitra.

Sejumlah sekuritas menanggung biaya administrasi ini sehingga investor tidak perlu membayar tambahan.

Tips Memilih Aplikasi Trading Saham Terbaik

1. Pastikan Legalitas dan Keamanan

Investor perlu memastikan legalitas dan keamanan sekuritas. Pilih aplikasi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK guna memastikan perlindungan dana investasi dari risiko penipuan atau platform ilegal.

Berdasarkan data OJK, kerugian masyarakat akibat investasi ilegal di Indonesia mencapai lebih dari Rp139 triliun dalam beberapa tahun terakhir. Ini menekankan bahwa aspek legalitas tidak boleh diabaikan.

2. Perhatikan Biaya Transaksi

Investor perlu membandingkan fee beli dan jual saham antar aplikasi sekuritas. Dan memilih yang menawarkan biaya kompetitif, namun tetap memberikan layanan berkualitas. Karena niaya transaksi yang terlalu tinggi bisa mengurangi keuntungan investasi.

3. Fitur dan Kemudahan Penggunaan

Guna memudahkan berinvestasi, sebaiknya pilih aplikasi yang memiliki fitur antarmuka sederhana, cepat, dan stabil.

Selain itu juga memiliki fitur penting berupa perdagangan real-time, notifikasi harga, riset saham, serta grafik analisis.

Dan tak kalah penting, pastikan aplikasi kompatibel dengan perangkat ponsel dan mudah digunakan oleh pemula maupun investor berpengalaman.

Baca Juga: Kucurkan Dana Rp160 Miliar, INET Akuisisi 60% Saham Trans Hybrid

4. Layanan dan Dukungan Nasabah

Pilih sekuritas yang menyediakan layanan pelanggan responsif, baik melalui chat, telepon, maupun email. Ini akan membantu jika terjadi kendala saat transaksi.

5. Reputasi dan Review Pengguna

Cek ulasan pengguna di Google Play Store atau App Store. Karena aplikasi dengan rating tinggi dan banyak pengguna aktif biasanya lebih terpercaya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: