Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ubah Sampah jadi Listrik, 24 Perusahaan Asing Berebut Proyek Danantara Senilai USD 600 Juta! Pemenang Siap Diumumkan

Ubah Sampah jadi Listrik, 24 Perusahaan Asing Berebut Proyek Danantara Senilai USD 600 Juta! Pemenang Siap Diumumkan Kredit Foto: Sekretariat Presiden

Perusahaan terpilih diwajibkan membentuk konsorsium dengan mitra domestik. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan proyek sekaligus penguatan kapasitas nasional.

Nilai investasi untuk setiap lokasi diperkirakan berkisar antara 150 juta hingga 170 juta dolar AS. Dengan empat kota pada tahap awal, total kebutuhan dana mencapai sedikitnya 600 juta dolar AS.

Skema pembiayaan dirancang dengan komposisi 70 persen investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI). Sementara itu, 30 persen sisanya berasal dari ekuitas Danantara.

Proyek ini diposisikan sebagai solusi atas persoalan kedaruratan sampah perkotaan. Di sisi lain, fasilitas WtE diharapkan memperkuat pasokan energi melalui konversi limbah menjadi listrik.

Aspek teknologi menjadi bobot penilaian terbesar dalam proses tender. Indonesia dinilai belum memiliki teknologi WtE yang memadai sehingga kemampuan teknis peserta menjadi faktor krusial.

Penilaian juga mencakup desain fasilitas, kualitas pembangunan, dampak lingkungan dan sosial, serta ketahanan finansial perusahaan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan proyek berjalan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari persyaratan, perusahaan pemenang wajib melakukan transfer teknologi kepada Indonesia. Program pelatihan tenaga kerja juga menjadi bagian dari komitmen kerja sama.

"Tenaga kerja yang di-traning itu juga akan dikirim belajar ke negara asal perusahaan itu," ujar Fadli. Skema ini diharapkan mempercepat penguasaan teknologi pengolahan sampah di dalam negeri.

Baca Juga: Danantara Kolaborasi Kembangkan Pariwisata Lampung Selatan

Secara keseluruhan, Danantara menargetkan pembangunan fasilitas WtE di 33 kota. Setelah tahap pertama rampung, proses lelang untuk sembilan kota berikutnya direncanakan berlangsung setelah Lebaran 2026.

Partisipasi puluhan perusahaan global dan investasi ratusan juta dolar membuat proyek WtE menjadi bagian dari agenda strategis pengelolaan lingkungan dan energi nasional. Publik kini menantikan hasil seleksi yang akan menentukan arah transformasi sampah menjadi sumber listrik di empat kota tersebut.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: