Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BYD Siapkan Pengisian 400 Km dalam 5 Menit, Era Cas Mobil Listrik Secepat Isi BBM Dimulai 5 Maret 2026

BYD Siapkan Pengisian 400 Km dalam 5 Menit, Era Cas Mobil Listrik Secepat Isi BBM Dimulai 5 Maret 2026 Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Revolusi pengisian kendaraan listrik diproyeksikan memasuki babak baru setelah BYD menjadwalkan peluncuran teknologi terbarunya pada 5 Maret 2026.

Perusahaan otomotif listrik asal Tiongkok itu dikabarkan akan memperkenalkan sistem yang memungkinkan jarak tempuh 400 kilometer hanya dalam lima menit pengisian daya.

Teknologi tersebut disebut sebagai pengembangan dari sistem 1.000 kW yang diperkenalkan pada Maret 2025. Generasi terbaru ini hadir melalui platform Megawatt Flash Charging 2.0 dengan peningkatan daya signifikan.

Kenaikan performa disebut mencapai sekitar 50 persen dibanding generasi pertama. Spesifikasi pada pelat nama pengisi daya menunjukkan tegangan maksimum 1.000 volt dan arus hingga 1.500 ampere dengan daya puncak 1.500 kilowatt.

Dalam konfigurasi dual-gun atau dua kabel, total output stasiun pengisian diklaim dapat melampaui 2.000 kilowatt. Sistem ini diperkirakan tetap mampu mempertahankan output sekitar 1.360 kW untuk mendukung pengisian ultra-cepat.

BYD mengusung konsep pengisian “1 detik untuk 2 kilometer” dalam teknologi terbarunya. Dengan skema tersebut, kendaraan berpotensi memperoleh tambahan jarak 400 kilometer hanya dalam waktu lima menit.

Secara desain, pengisi daya generasi terbaru ini dilaporkan berbentuk huruf “T”. Dua kabel pengisian digantung pada rel geser guna memberikan fleksibilitas saat digunakan di stasiun pengisian.

Agenda 5 Maret 2026 juga diperkirakan menjadi panggung peluncuran Blade Battery generasi kedua. Baterai anyar tersebut disebut memiliki kepadatan energi 190 hingga 210 Wh/kg, meningkat dibanding generasi pertama yang berada di kisaran 140 hingga 150 Wh/kg.

Varian short-blade diperkirakan mencapai 160 Wh/kg dengan kemampuan discharge 16C dan charge 8C. Sementara format long-blade disebut mampu menembus 210 Wh/kg dengan discharge 8C dan charge 3C.

Selain peningkatan performa, BYD juga menargetkan efisiensi biaya hingga 15 persen untuk versi long-blade. Baterai ini dirancang memiliki lebih dari 3.000 siklus pengisian yang setara dengan umur kendaraan sekitar 1,2 juta kilometer.

Beberapa model premium yang menggunakan baterai tersebut diperkirakan mampu mencapai jangkauan hingga 1.000 kilometer berdasarkan standar CLTC. Angka ini dinilai memperkuat posisi BYD dalam persaingan kendaraan listrik jarak jauh.

Di sektor hybrid, industri juga menyoroti potensi kehadiran sistem DM 6.0 dalam acara yang sama. Teknologi tersebut disebut mampu mencatat konsumsi bahan bakar 2,9 liter per 100 kilometer serta jangkauan gabungan hampir 2.000 kilometer ketika tangki dan baterai terisi penuh, meskipun spesifikasi resmi belum dikonfirmasi.

Pengembangan lain yang diantisipasi adalah pembaruan teknologi bantuan pengemudi God’s Eye 5.0. Sistem ini dikabarkan mengusung pembelajaran penguatan dan kendali end-to-end tertutup untuk meningkatkan akurasi serta keselamatan berkendara.

Hingga akhir 2025, lebih dari 2,3 juta kendaraan telah menggunakan sistem God’s Eye. Armada tersebut menghasilkan lebih dari 160 juta kilometer data mengemudi setiap hari sebagai fondasi pengembangan algoritma.

Di sisi produksi, lini model BYD Song Ultra dilaporkan telah beroperasi penuh menjelang peluncuran pasar pada Maret. Model ini mengusung sasis baru berbasis e-platform BYD dengan wheelbase 2.840 mm.

Baca Juga: Meluncur BYD Seal 5 Hybrid, Bisa Menempuh 85 Km Jika Pakai Sumber Listrik Murni

Bocoran di media sosial juga memperlihatkan kendaraan uji dengan emblem khusus “flash charging”. Kemunculan simbol tersebut mempertegas fokus BYD pada integrasi pengisian ultra-cepat di model-model mendatang.

Jika seluruh inovasi ini terealisasi sesuai jadwal, peluncuran 5 Maret 2026 berpotensi menjadi momentum penting dalam percepatan adopsi kendaraan listrik global. Kecepatan pengisian yang mendekati waktu pengisian bahan bakar konvensional dinilai dapat mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap durasi pengisian daya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: