Kredit Foto: Ist
“Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal,” ujar Yon.
Pimpinan AKN V BPK RI Fathan Subchi menyatakan BPK berkomitmen mengawal belanja negara, khususnya transfer ke daerah, agar tepat sasaran dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Banom BPP HIPMI Tax Center menilai kinerja penerimaan awal tahun memberi sinyal perbaikan, namun tetap membutuhkan reformasi berkelanjutan. Ketua Banom BPP HIPMI Tax Center M. Arif Rohman menyebut pertumbuhan penerimaan pajak 30,7% (yoy) menunjukkan perbaikan aktivitas ekonomi dan efisiensi administrasi perpajakan.
“Pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 30,7 persen (yoy) sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan adanya perbaikan aktivitas ekonomi sekaligus peningkatan efisiensi administrasi perpajakan di Direktorat Jenderal Pajak,” ujar Arif.
Baca Juga: Aktivasi Coretax Capai 14 Juta, Transformasi Digital Pajak Makin Positif
Menurutnya, optimalisasi penerimaan tidak hanya bertumpu pada intensifikasi, tetapi juga perluasan basis pajak yang sehat, kepastian regulasi, serta digitalisasi layanan perpajakan.
Arif menambahkan, reformasi perpajakan ke depan harus menjaga prinsip keadilan dan keberlanjutan agar target APBN tidak hanya tercapai secara nominal, tetapi juga mencerminkan struktur penerimaan yang lebih berkualitas dan berdaya tahan dalam jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: