Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tiga Perusahaan Mundur IPO Saat Pasar Bergejolak, Ini Penjelasan BEI

Tiga Perusahaan Mundur IPO Saat Pasar Bergejolak, Ini Penjelasan BEI Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan tiga perusahaan keluar dari antrean penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan jumlah perusahaan dalam pipeline IPO saat ini tercatat sebanyak 12 perusahaan. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan posisi sebelumnya setelah beberapa calon emiten memutuskan keluar dari antrean pencatatan saham.

Menurut Nyoman, keluarnya perusahaan dari pipeline IPO tidak selalu disebabkan oleh kondisi pasar, melainkan juga faktor administratif dan kesiapan dokumen perusahaan.

“Ada yang melakukan revisi laporan keuangan menggunakan laporan keuangan terbaru, ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen, dan ada yang prosesnya belum memperoleh persetujuan,” ujar Nyoman, dalam keterangannya, Jakarta, Senin (8/6/2026). 

BEI mencatat hingga 5 Juni 2026 baru terdapat satu perusahaan yang berhasil mencatatkan saham di bursa dengan dana yang dihimpun sebesar Rp300 miliar. Sementara itu, saat ini masih terdapat 12 perusahaan dalam antrean IPO.  

Dari total pipeline tersebut, sebanyak delapan perusahaan merupakan perusahaan beraset skala besar dengan nilai aset di atas Rp250 miliar. Adapun empat perusahaan lainnya masuk kategori aset menengah dengan nilai aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Tidak terdapat perusahaan beraset kecil dalam antrean IPO saat ini.  

Berdasarkan sektornya, pipeline IPO didominasi sektor consumer cyclicals dan kesehatan yang masing-masing berjumlah tiga perusahaan. Selain itu terdapat dua perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, dua perusahaan sektor infrastruktur, satu perusahaan sektor keuangan, dan satu perusahaan sektor teknologi.  

Baca Juga: Sepi IPO, BEI Sebut Ada 15 Perusahaan Siap Masuk Pasar

Baca Juga: IHSG Sudah Jatuh 32%, Bos BEI Minta Investor Rasional!

Nyoman menjelaskan perusahaan yang keluar dari pipeline masih memiliki peluang untuk kembali melanjutkan proses IPO setelah seluruh persyaratan dipenuhi dan dokumen yang dibutuhkan telah lengkap.

Di tengah perlambatan aktivitas IPO, pasar obligasi korporasi justru menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi. Hingga 5 Juni 2026, BEI mencatat telah diterbitkan 63 emisi efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dari 40 penerbit dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp69,94 triliun. Sementara itu, terdapat 53 emisi dari 36 penerbit yang masih berada dalam pipeline.  

Untuk aksi korporasi rights issue, hingga awal Juni 2026 tercatat empat perusahaan telah melakukan rights issue dengan total nilai Rp3,89 triliun. Adapun saat ini masih terdapat satu perusahaan sektor properti dan real estat yang berada dalam pipeline rights issue.  

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri