- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Market Cap Pasar Modal RI Tembus Rp14.800 Triliun di Akhir Februari, Terbesar di Asia
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai kapitalisasi pasar atau market cap di pasar modal Indonesia menembus Rp14.800 triliun per akhir Februari 2026. Capaian ini menunjukkan tren positif di tengah dinamika yang terjadi di pasar domestik dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan kapitalisasi pasar sempat mendekati Rp16.000 triliun atau setara lebih dari 71% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
“Kapitalisasi pasar kita itu sudah hampir Rp14.800 triliun, pernah mencapai angka mendekati Rp16.000 triliun yang lebih dari 71% dari PDB nasional kita,” ujar Hasan dalam acara Economic Outlook 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Menurut Hasan, capaian tersebut didorong oleh lonjakan jumlah investor. Hingga akhir Februari 2026, jumlah investor pasar modal tercatat lebih dari 22 juta, dengan 9,2 juta di antaranya merupakan investor saham.
“Sekali lagi, percepatannya tumbuh dengan demikian cepat,” imbuhnya.
Selain itu, nilai rata-rata transaksi harian di bursa pada tahun ini menembus lebih dari Rp30 triliun per hari. Dengan skala transaksi tersebut, Hasan menyebut BEI menjadi pasar modal terbesar di kawasan Asia secara regional.
“Skala ini menunjukkan pasar modal BEI sementara ini terbesar di kawasan regional kita di Asia,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan pertumbuhan pesat tersebut juga membawa tantangan besar. Seluruh pemangku kepentingan diminta memastikan aspek integritas pasar tetap terjaga guna mempertahankan kepercayaan investor.
Baca Juga: OJK Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah ke Perekonomian Indonesia
Baca Juga: OJK Jatuhkan Sanksi ke IPPE dan TDPM, Total Denda Tembus Rp10 Miliar
Baca Juga: Kasus IPO IPPE Melebar, OJK Bekukan Izin dan Denda KGI Sekuritas
“Ini PR bersama untuk terus memastikan aspek integritas di pasar modal agar kepercayaan tetap kita jaga pertumbuhannya,” katanya.
Hasan menambahkan, pasar modal merupakan gerbang sekaligus wajah utama ekonomi nasional yang pergerakannya dirasakan setiap detik perdagangan, baik oleh investor domestik maupun global yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri