- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Blokade di Selat Hormuz, RI Pindahkan Impor Minyak dan LPG dari Timur Tengah
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Pemerintah Indonesia bakal mereposisi sumber impor minyak mentah (crude) dan LPG, menyusul eskalasi perang di Timur Tengah.
Langkah strategis ini diambil guna menjamin ketahanan energi nasional, di tengah ketidakpastian geopolitik yang kian memanas.
Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Bahlil Lahadalia menyebut keputusan ini mendesak, lantaran jalur distribusi Selat Hormuz kini dibayangi konflik yang belum dapat diprediksi kapan akan mereda.
Kondisi tersebut berisiko mengganggu sekitar 25% pasokan crude Indonesia, yang selama ini bergantung pada kawasan tersebut.
Jika mengacu pada total impor 2025 sebesar 380.500 barel per hari (bph), maka volume yang akan dialihkan diperkirakan mencapai 95.125 bph.
"25 persen dari total crude yang kita pesan dari Middle East itu akan dialihkan," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: