Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Usai Tumbang, IHSG Hari Ini Kamis (5/3) Dibuka Meroket 2%

Usai Tumbang, IHSG Hari Ini Kamis (5/3) Dibuka Meroket 2% Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 7.695,34 pada perdagangan Kamis, 5 Maret 2026. Sebelumnya pada Rabu (4/3), IHSG berakhir terperosok 4,57% dan ditutup di level 7.577.

Berdasarkan data RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG terpantau makin perkasa dengan kenaikan tajam 175,6 poin atau 2,32% ke 7.752,67.

Pergerakan saham pada awal perdagangan hari ini didominasi tren positif. Sebanyak 506 saham bergerak menanjak, hanya 67 saham yang melemah dan 96 saham lainnya stagnan. 

Per pagi hari ini, IHSG sudah mencatatkan volume perdagangan 3,21 miliar lembar saham dengan frekuensi 164.832 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp1,74 triliun. 

PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) memimpin posisi saham top gainers dengan lonjakan 24,56% ke Rp1.420. Diikuti PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang melesat 24,47% ke Rp2.060 dan PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) yang meroket 23,16% ke Rp1.170.

Jajaran top losers diduduki PT Indospring Tbk (INDS) yang ambles -14,52% ke Rp795, PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) yang ambruk -9,85% ke Rp2.380 dan PT Logisticplus International Tbk (LOPI) yang melorot -8,93% menjadi Rp102. 

Baca Juga: IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound? Cek Proyeksi dan Rekomendasi Saham dari BRI Sekuritas

IHSG hari ini diproyeksikan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan hari ini. Meski begitu, peluang penguatan terbatas tetap terbuka. 

Sejumlah analis melihat pergerakan IHSG berpotensi berlangsung fluktuatif dengan kemungkinan terjadinya technical rebound. Secara teknikal, indeks mulai memasuki area oversold. Tekanan jual memang masih dominan, namun mulai tertahan di kisaran 7.480.

Sejalan dengan itu, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai peluang pemulihan tetap ada di tengah volatilitas tinggi. Menurutnya, eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang memicu gejolak pasar global dan berdampak pada pergerakan indeks domestik.

Dari dalam negeri, sentimen tambahan datang setelah Fitch Ratings merevisi outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat kredit tetap berada di level BBB. Keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian serta kekhawatiran terhadap konsistensi kebijakan.

“Secara teknikal, IHSG berpeluang technical rebound dengan support 7.516 dan resistance 7.693, didukung rebound global, meski tetap mencermati perkembangan konflik Timur Tengah,” kata Reza dalam risetnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri