Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Pakar kendaraan listrik terkemuka asal China, Ouyang Minggao, memprediksi proses industrialisasi baterai solid state akan berlangsung secara bertahap dalam tiga fase hingga pertengahan dekade berikutnya.
Menurut akademisi dari Chinese Academy of Sciences itu, tahap pertama diperkirakan berlangsung pada 2025 hingga 2027.
Pada fase ini, pengembangan akan difokuskan pada baterai solid state berbasis elektrolit sulfida dengan anoda grafit dan silikon rendah. Baterai pada tahap awal tersebut ditargetkan memiliki kepadatan energi sekitar 200–300 Wh/kg, sekaligus digunakan untuk membangun rantai teknologi dan produksi yang lebih lengkap.
Memasuki tahap kedua pada periode 2027 hingga 2030, pengembangan diarahkan pada baterai dengan anoda silikon tinggi. Teknologi ini ditargetkan mampu mencapai kepadatan energi sekitar 400 Wh/kg dan 800 Wh/L. Riset pada fase ini akan berfokus pada anoda silikon-karbon berkapasitas tinggi yang memiliki tingkat ekspansi rendah serta daya tahan siklus pengisian yang lebih panjang.
Sementara itu, tahap ketiga yang diperkirakan berlangsung pada 2030 hingga 2035 akan mengarah pada pengembangan baterai solid state dengan anoda lithium. Teknologi ini ditargetkan mencapai kepadatan energi sekitar 500 Wh/kg dan 1.000 Wh/L melalui pengembangan anoda generasi lanjut serta katoda bertegangan tinggi dengan kapasitas besar.
Ouyang menekankan bahwa semakin tinggi kepadatan energi yang ingin dicapai, semakin besar pula tantangan teknis yang harus dihadapi, terutama dalam hal pengembangan teknologi dan pengendalian kualitas produksi.
Ia memperkirakan baterai solid state akan mulai digunakan secara lebih luas ketika teknologi tersebut mampu mencapai kepadatan energi sekitar 300–350 Wh/kg.
Namun secara komersil, teknologi ini diperkirakan baru benar-benar matang dan layak dipasarkan secara luas dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: