Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Market Cap BEI Bisa Tembus Rp25.000 Triliun, Asal Ekonomi Tumbuh 6%

Market Cap BEI Bisa Tembus Rp25.000 Triliun, Asal Ekonomi Tumbuh 6% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai target kapitalisasi pasar hingga Rp25.000 triliun yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam lima tahun ke depan cukup realistis. Hal ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan tetap solid ke depan.

Senior Analyst Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pemerintah saat ini berkomitmen menjaga fundamental market ekonomi domestik secara inklusif dan berkesinambungan. Komitmen tersebut dinilai dapat mendorong aliran modal asing kembali masuk ke pasar domestik.

“Rp25.000 triliun itu bisa dikatakan masih realistis karena pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia masih tergolong solid,” kata Nafan kepada Warta Ekonomi, Senin (16/3/2026).

Selain itu, menurut Nafan, pasar modal Indonesia memiliki peluang untuk semakin dalam dan kuat seiring kebijakan peningkatan porsi free float emiten serta potensi bertambahnya perusahaan yang melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

“Sehingga nanti pasar keuangan kita semakin solid dan semakin dalam,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi nasional ke depan, lanjut Nafan, perlu dijaga pada kisaran 5% hingga 6% per tahun. Konsistensi pertumbuhan tersebut diyakini dapat mendorong peningkatan kinerja fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa.

“Kalau efek terhadap emiten atau perusahaan tentu dapat meningkatkan kinerja fundamental emiten yang tercatat di perusahaan efek,” imbuhnya.

Nafan menambahkan, dengan kapitalisasi pasar saham yang saat ini diperkirakan berada di kisaran Rp13.000 triliun hingga Rp14.000 triliun, maka dibutuhkan pertumbuhan tahunan yang konsisten melalui skema pertumbuhan majemuk atau compound annual growth rate (CAGR).

Dengan pendekatan CAGR, kapitalisasi pasar Indonesia perlu tumbuh sekitar 11% hingga 15% per tahun agar mampu mencapai target peningkatan nilai pasar menjadi Rp25.000 triliun.

Meski demikian, menurutnya terdapat sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai untuk mengejar target tersebut. Dari sisi eksternal, dinamika geopolitik internasional, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Israel, Iran, dan Amerika Serikat, berpotensi memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.

Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi yang diterapkan sejumlah bank sentral global dalam waktu yang relatif lama juga dapat memengaruhi aliran modal serta sentimen investor terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di sisi domestik, likuiditas pasar dinilai masih perlu terus diperkuat agar aktivitas perdagangan saham semakin dinamis. Peningkatan jumlah investor domestik, baik ritel maupun institusi, menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga permintaan terhadap saham di pasar.

“Jangan sampai misalnya IPO atau majority IPO berasal dari perusahaan yang berkapitalisasi pasar kecil. Jadi akan sulit untuk meningkatkan market cap secara eksponensial,” pungkasnya.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi Tajam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Hampir Rp1.000 Triliun

Baca Juga: IHSG Sepekan Jeblok 7,89%, Kapitalisasi Pasar Cuma Rp13.627 Triliun

Baca Juga: IHSG Sepekan Menghijau, Kapitalisasi Pasar Capai Rp14.941 Triliun

Sebelumnya, calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi, menargetkan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia(BEI) dapat menembus Rp25.000 triliun dalam lima tahun ke depan.

Target tersebut disampaikan Hasan saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK di Komisi XI DPR RI, Rabu (12/3/2026).

“Kami menetapkan proyeksi kinerja strategis dalam periode lima tahun ke depan sampai dengan 2031, di mana kapitalisasi pasar ditargetkan mencapai Rp25.000 triliun atau sekitar 80% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional,” kata Hasan dalam paparannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri