Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investor Wajib Tahu, Ini Strategi BEI Bikin Pasar Modal Makin Atraktif

Investor Wajib Tahu, Ini Strategi BEI Bikin Pasar Modal Makin Atraktif Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka Public Expose Live 2026 bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 9–11 Juni 2026. Kegiatan tahunan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut delapan Rencana Aksi Akselerasi Reformasi Pasar Modal untuk memperkuat kepercayaan investor sekaligus mendukung implementasi kebijakan peningkatan porsi saham beredar di publik (free float).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan penyelenggaraan Public Expose Live 2026 sejalan dengan agenda percepatan reformasi pasar modal yang tengah dijalankan BEI. Salah satu fokus utama reformasi tersebut adalah penyempurnaan regulasi pencatatan dan peningkatan ketentuan minimum free float bagi perusahaan tercatat.

“Perubahan regulasi ini merupakan bagian dari komitmen bursa untuk terus meningkatkan kualitas perusahaan tercatat dan memperkuat daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor,” ujar Nyoman dalam pembukaan Public Expose Live 2026 secara daring, Selasa (9/6/2026).

Menurut dia, peningkatan free float memiliki peran strategis dalam memperkuat likuiditas perdagangan saham. Selain memperluas basis investor, kebijakan tersebut juga dinilai mampu mendorong proses pembentukan harga saham yang lebih wajar serta meningkatkan daya tarik emiten di pasar.

Free float yang memadai berperan penting dalam meningkatkan likuiditas perdagangan, memperluas basis investor, menciptakan proses pembentukan harga yang wajar, serta meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor,” katanya.

Nyoman menambahkan, penyelenggaraan Public Expose Live 2026 juga menjadi bentuk dukungan BEI kepada perusahaan tercatat yang tengah berupaya memenuhi ketentuan free float yang baru.

Melalui kegiatan ini, investor, analis, dan pemangku kepentingan dapat memperoleh informasi terkini mengenai kinerja keuangan, pengembangan usaha, prospek, serta strategi bisnis perusahaan.

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterbukaan informasi di pasar modal.

“Acara ini merupakan bentuk keterbukaan informasi dari perusahaan tercatat, sekaligus memberikan ruang diskusi kepada investor maupun calon investor. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung pemenuhan ketentuan free float oleh perusahaan tercatat sesuai Peraturan Bursa Nomor I-A,” ujarnya.

Baca Juga: Program Liquidity Provider Digas, BEI Klaim Transaksi Harian Saham Naik

Baca Juga: Di Tengah Tekanan Pasar, BEI Optimistis Status Emerging Market Aman

Baca Juga: BEI Dorong Saham Indonesia Kembali Masuk FTSE dan MSCI

Sementara itu, Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Iding Pardi, menilai akses terhadap informasi yang akurat menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi.

“Ketersediaan informasi yang transparan dan mudah diakses merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” kata Iding.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri