Jaringan Listrik Kuba Mati: 10 Juta Warga Tanpa Daya Gegara Blokade Minyak Amerika Serikat
Kredit Foto: Slate
Kuba melaporkan bahwa jaringan listrik nasional mereka kolaps dan menyebabkan sekitar sepuluh juta warga kehilangan pasokan listrik, memperparah krisis energi yang sedang melanda negara tersebut akibat blokade minyak yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Reuters, UNE Kuba menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab utama pemadaman total tersebut. Dugaan awal mengarah pada gangguan pada sistem transmisi listrik, bukan kerusakan besar pada pembangkit listrik utama.
Baca Juga: Mau Hancurkan Lebanon, Sekutu Amerika Serikat Peringatkan Israel
Krisis listrik ini sendiri terjadi di tengah blokade minyak yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Blokade tersebut membatasi pasokan energi dan menekan sistem pembangkit listrik yang sudah tua serta kekurangan bahan bakar di Kuba.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya memutus pasokan minyak dari Venezuela ke Kuba. Ia juga mengancam akan mengenakan tarif kepada negara mana pun yang menjual minyak ke Havana.
Pemerintah Kuba sendiri menyatakan upaya pemulihan listrik telah dimulai dengan menyalakan kembali sistem mikro jaringan listrik dalam beberapa wilayah sebagai tahap awal sebelum seluruh jaringan nasional kembali beroperasi.
Namun proses pemulihan diperkirakan akan memakan waktu karena jaringan listrik negara tersebut sudah lama menghadapi masalah kekurangan bahan bakar, minimnya perawatan dan infrastruktur yang menua.
Baca Juga: Amerika Serikat Desak Korea Selatan Amankan Selat Hormuz: Demi Stabilitas Ekonomi Global
Kuba juga mengonfirmasi sedang melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat. Hal itu untuk mencoba meredakan ketegangan dan mengatasi krisis energi yang semakin parah di pulau tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: