Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Elektrifikasi Didorong Tekan Impor Energi, Subsidi Rp210 Triliun Jadi Sorotan

Elektrifikasi Didorong Tekan Impor Energi, Subsidi Rp210 Triliun Jadi Sorotan Kredit Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Upaya elektrifikasi di sektor transportasi dan rumah tangga mulai dipandang sebagai salah satu pendekatan untuk menekan impor energi di tengah besarnya alokasi subsidi energi yang diperkirakan menembus lebih dari Rp210 triliun dalam APBN 2026.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menyebut elektrifikasi berpotensi mengurangi konsumsi energi berbasis fosil, terutama BBM dan LPG yang selama ini masih didominasi impor.

“Elektrifikasi, baik di sektor transportasi maupun rumah tangga, bisa mengurangi konsumsi BBM dan LPG yang selama ini banyak diimpor,” ujar Fabby kepada Warta Ekonomi, dikutip Minggu (22/3/2026).

Ia mencontohkan, dalam skenario tertentu, penggunaan satu juta mobil listrik dapat menekan konsumsi minyak hingga sekitar 13,2 juta barel per tahun.

Sementara itu, peralihan penggunaan LPG ke kompor induksi juga disebut dapat memengaruhi kebutuhan impor energi rumah tangga.

Di sisi lain, besarnya porsi subsidi energi dinilai masih didominasi oleh listrik dan LPG. Komposisi subsidi listrik mencapai sekitar 40–45 persen, sementara LPG berada di kisaran 40–43 persen, dan BBM sekitar 12–15 persen dari total subsidi energi.

Baca Juga: 95 Negara Naikkan BBM, Indonesia Tahan Harga dengan APBN

Baca Juga: Prabowo Minta Perguruan Tinggi Kaji Alternatif Penghematan BBM & Percepat Elektrifikasi

Menurut Fabby, kombinasi tingginya konsumsi energi dan struktur subsidi tersebut membuat kebutuhan anggaran energi tetap besar, terutama ketika terjadi perubahan pada harga energi global.

“Komposisi subsidi ini mencerminkan tekanan terbesar ada di listrik dan LPG, seiring dengan meningkatnya konsumsi dan kebutuhan energi masyarakat,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Belinda Safitri