Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengungkapkan kapasitas operasi Grasberg Block Cave (GBC) ditargetkan mencapai 65% pada semester II/2026 seiring proses pengoperasian kembali tambang bawah tanah Grasberg pascainsiden mud rush pada September 2025.
Tony mengatakan pemulihan operasi dilakukan secara bertahap dengan target kapasitas meningkat menjadi 75% pada semester I/2027 sebelum menuju kapasitas penuh pada akhir tahun berikutnya.
"Semester kedua ini bisa 65%, semester pertama tahun depan itu bisa 75%, dan menjelang akhir tahun itu menuju ke 100%," kata Tony di DPR, dikutip, Jumat (12/6/2026).
Pernyataan tersebut menjadi pembaruan terbaru atas rencana phased restart tambang bawah tanah Grasberg yang sebelumnya diumumkan induk usaha Freeport Indonesia, Freeport-McMoRan.
Dalam laporan tahunan 2025, Freeport-McMoRan menyebut pembukaan kembali Blok Produksi 2 dan 3 direncanakan dimulai pada kuartal II/2026, sedangkan Blok Produksi 1 berpotensi kembali beroperasi pada 2027.
Baca Juga: Freeport Beberkan Alasan Investor Global Lebih Pilih Arbitrase dalam Sengketa Bisnis
Baca Juga: Intip Rapor Keuangan Emiten Tambang MIND ID di Kuartal I-2026
Sebelumnya, Presiden dan CEO Freeport-McMoRan, Kathleen L. Quirk, menyatakan pemulihan operasi Grasberg menjadi fokus utama perusahaan sepanjang 2026 setelah gangguan produksi akibat insiden mud rush.
"Saat kita memasuki tahun 2026, tim kami memiliki fokus yang jelas untuk memulihkan operasi di Grasberg secara aman dan berkelanjutan," ujar Quirk dalam laporan tahunan perusahaan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: