- Home
- /
- Government
- /
- Government
Presiden Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut di Tengah Konflik Global
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini tetap menjadi prioritas meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah sedang mengalami ketegangan.
Bentuk keberpihakan negara ini ditujukan khusus bagi anak-anak serta kelompok masyarakat yang rentan. Presiden menilai program ini sangat krusial bagi peningkatan kualitas hidup rakyat Indonesia ke depan.
Banyak pihak sebelumnya menyarankan pemerintah untuk menunda atau memangkas biaya anggaran program MBG. Hal tersebut didasari oleh kekhawatiran terhadap beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Anggaran negara diperkirakan akan semakin berat dalam menahan gejolak harga energi akibat perang. Namun, Prabowo memilih untuk mencari cara lain guna melakukan efisiensi anggaran pemerintah.
Ia menyatakan lebih baik melakukan penghematan pada sektor lain daripada menghentikan program makanan ini. Prabowo sangat meyakini bahwa program MBG akan memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat.
Kepala negara itu menegaskan bahwa dana APBN jauh lebih baik dikucurkan untuk pemenuhan kebutuhan pangan rakyat. Praktik korupsi menjadi hal utama yang harus diberantas demi menyelamatkan anggaran negara tersebut.
"Lebih baik rakyat saya bisa makan daripada uang negara dikorupsi oleh pihak tertentu," tegas Prabowo dikutip pada Rabu, 25 Maret 2025. Pernyataan keras tersebut beliau sampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepemimpinan kepada masyarakat luas.
Presiden merasa sangat yakin bahwa kebijakan yang diambilnya saat ini berada di jalan yang benar. Ia menyebut bahwa ketersediaan anggaran negara sebenarnya mencukupi jika dikelola dengan penuh integritas.
Baca Juga: Prabowo Minta Kualitas Program MBG Ditingkatkan, BGN Perketat Standar Layanan
Kepemimpinan beliau bahkan dipertaruhkan demi menjamin keberlangsungan program makan bergizi bagi seluruh rakyat. "Kita lihat hasilnya pada tahun 2029 mendatang," lanjut Presiden ke-8 Republik Indonesia tersebut.
Pemerintah kini tengah menyusun strategi teknis agar distribusi makanan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Fokus utama adalah memastikan setiap anak di pelosok negeri mendapatkan asupan gizi yang layak.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat