Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

ByteDance Jual Moonton Senilai Lebih dari US$6 Miliar, Mobile Legends Pindah Tangan

ByteDance Jual Moonton Senilai Lebih dari US$6 Miliar, Mobile Legends Pindah Tangan Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf
Warta Ekonomi, Jakarta -

ByteDance resmi menyepakati penjualan Shanghai Moonton Technology, kreator Mobile Legends: Bang Bang, kepada perusahaan gim berbasis di Riyadh milik Dana Investasi Publik Arab Saudi

Kesepakatan ini menandai langkah konsolidasi besar di industri gim global.

Menurut laporan Reuters, meski nilai pasti tidak diungkap, sumber yang mengetahui transaksi menyebut valuasi Moonton melampaui US$6 miliar atau Rp101,4 triliun.

Pembeli dalam transaksi ini adalah Savvy Games Group, yang berada di bawah naungan Public Investment Fund (PIF).

Savvy diketahui tengah agresif memperluas bisnisnya di sektor gim dan esports melalui strategi akuisisi, investasi, dan usaha komersial.

CEO Savvy Games Group Brian Ward menilai, akuisisi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan di industri gim global.

"Lebih memperkuat kepemimpinan kami di game mobile, memperdalam kumpulan talenta kami, memperluas jejak global kami, dan meningkatkan jangkauan kami di seluruh esports," ujar Brian Ward, dikutip pada Rabu (25/3/2026).

Kesepakatan ini terjadi di tengah tren konsolidasi industri video game, di mana perusahaan besar berlomba memperkuat portofolio kekayaan intelektual, memperluas distribusi, serta meningkatkan skala bisnis di pasar global.

CEO Moonton Zhang Yunfan memastikan perubahan kepemilikan tidak akan mengganggu operasional perusahaan.

Baca Juga: Nano Banana Punya Lawan Berat! ByteDance Rilis AI Pembuat Gambar dengan Resolusi 4K

Ia menyebut struktur manajemen akan tetap sama, dan dirinya akan terus memimpin perusahaan yang berbasis di Shanghai tersebut.

Di sisi lain, langkah divestasi ini mencerminkan pergeseran fokus ByteDance yang kini semakin serius mengembangkan bisnis kecerdasan buatan (AI), termasuk pengembangan cip dan model bahasa besar untuk bersaing di pasar teknologi yang kian kompetitif. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus