Kredit Foto: Kementerian ESDM
Ia menilai, tanpa pengelolaan yang tepat, sumber daya mineral kritis berpotensi habis tanpa memberikan manfaat ekonomi optimal bagi Indonesia.
Sementara, negara lain justru menerapkan strategi konservasi cadangan untuk kebutuhan industrialisasi masa depan.
Faisal mencontohkan Cina yang tetap mengimpor mineral kritis meski memiliki cadangan besar.
Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan baku bagi industri manufaktur bernilai tinggi di masa mendatang.
"Kalau kita ingin naik kelas dalam rantai pasok global, kita perlu menjaga pasokan di dalam negeri dan memanfaatkannya untuk hilirisasi agar ada nilai tambah," ujarnya.
Maraknya praktik pertambangan ilegal juga menjadi tantangan besar dalam pengelolaan mineral kritis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: