Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Krisis BBM di Depan Mata, Kendaraan Listrik Makin Dilirik Global

Krisis BBM di Depan Mata, Kendaraan Listrik Makin Dilirik Global Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kekhawatiran krisis minyak akibat penutupan Selat Hormuz imbas konflik geopolitik di Timur Tengah, mendorong konsumen beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu stok minyak mentah dunia yang sulit didapat, berdampak langsung pada kesediaan dan biaya bahan bakar.

Kondisi ini membuat kendaraan listrik semakin dilirik sebagai alternatif yang lebih stabil secara ekonomi.

Salah satu negara yang semakin melirik kendaraan listrik adalah masyarakat Australia.

Mengutip Australian Broadcasting Corporation, Google Trends mengeluarkan data yang menunjukkan hampir tiga kali lebih banyak warga Australia mencari kendaraan listrik pada tanggal 23 Maret dibandingkan dengan tanggal 27 Februari, sehari sebelum AS mulai membombardir Iran dan harga minyak mulai meroket.

Peningkatan relative search volume (RSV) mewakili peningkatan 278% dalam jumlah warga Australia yang mencari kendaraan listrik.

Meskipun berbagai faktor memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih kendaraan listrik, harga energi dan ketersediaan bahan bakar tetap menjadi faktor utama yang membentuk preferensi tersebut.

Seiring tekanan biaya yang terus meningkat, opini publik pun mulai bergeser ke arah penerimaan kendaraan listrik sebagai solusi jangka panjang.

Situasi ini juga menjadi momentum bagi produsen kendaraan listrik Cina.

Baca Juga: Antisipasi Krisis BBM, Asosiasi Ojol Dorong Subsidi Motor Listrik

Dalam kondisi ini, produsen Cina berada di posisi strategis karena telah lebih dulu mengembangkan ekosistem kendaraan listrik secara agresif.

Dengan kondisi global yang tidak menentu, percepatan adopsi kendaraan listrik kini tidak hanya didorong oleh isu lingkungan, tetapi juga oleh kebutuhan ekonomi dan ketahanan energi di berbagai negara. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus