Eskalasi Dinamika di Timur Tengah, VinFast Goda Konsumen Asia Beralih ke Kendaraan Listrik
Kredit Foto: Istimewa
Produsen kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) asal Vietnam, VinFast Auto, resmi mengumumkan perpanjangan program pengisian daya gratis bagi pelanggannya di sejumlah pasar Asia hingga akhir Maret 2029.
Langkah agresif ini hadir sebagai alternatif menarik bagi konsumen di tengah ancaman potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.
VinFast memastikan penawaran "nol biaya bahan bakar" selama tiga tahun ini berlaku di pasar luar negeri terbesarnya di kawasan Asia, termasuk Indonesia, India, dan Filipina.
Program ini dirancang sebagai insentif kuat untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan konvensional bermesin pembakaran internal (ICE) ke kendaraan listrik, sekaligus berkontribusi pada penciptaan lingkungan yang lebih hijau.
Fasilitas isi daya secara cuma-cuma ini dapat dinikmati di seluruh jaringan stasiun pengisian daya V-Green oleh semua pelanggan, baik pemilik kendaraan lama maupun pembeli baru.
Menariknya, layanan ini tidak hanya terbatas untuk pelanggan pribadi, tetapi juga berlaku bagi operator transportasi komersial, termasuk para mitra pengemudi di platform ojek maupun taksi online Green SM.
Sejalan dengan perluasan program tersebut, induk perusahaan VinFast, VinGroup, turut meluncurkan kampanye "Tukar Bensin ke Listrik" di ketiga negara sasarannya tersebut.
Sepanjang bulan Maret 2026, konsumen yang menukarkan kendaraan berbahan bakar bensin lama mereka akan mendapatkan tambahan diskon sebesar 3 persen untuk pembelian mobil VinFast, dan diskon 5 persen untuk skuter listrik VinFast.
Potongan harga ini dapat digabungkan dengan berbagai program insentif lain yang sudah berjalan di masing-masing negara, sehingga menciptakan penawaran yang sangat menguntungkan bagi konsumen untuk segera beralih ke kendaraan listrik.
Deputi CEO Penjualan Global VinFast, Duong Thi Thu Trang, dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa kebijakan pengisian daya gratis ini sebelumnya telah mendapat respons yang luar biasa positif, baik di Vietnam maupun di pasar internasional.
"Memperpanjang kebijakan ini selama tiga tahun lagi adalah langkah selanjutnya dalam strategi kami untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. VinFast percaya bahwa ketika biaya operasional ditekan hingga mendekati nol, konsumen akan memiliki kepercayaan diri dan motivasi yang lebih besar untuk beralih ke mobilitas hijau, yang pada akhirnya turut menghijaukan sistem transportasi di negara-negara tersebut," tegas Trang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: