Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Sekadar Sentimen Sesaat, Ini Penyebab Utama IHSG Terkoreksi Dalam

Bukan Sekadar Sentimen Sesaat, Ini Penyebab Utama IHSG Terkoreksi Dalam Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja negatif pada perdagangan Kamis (26/3/2026). Merujuk data RTI, IHSG anjlok 138,02 poin atau 1,89% ke level 7.164,09, setelah bergerak dalam kisaran 7.152,59 hingga 7.323,70 sepanjang sesi perdagangan.

Pergerakan saham pada akhir perdagangan didominasi tren negatif. Sebanyak 380 saham terkoreksi, 292 saham menguat, dan 148 saham lainnya stagnan.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, menilai pelemahan IHSG kali ini bukan sekadar reaksi jangka pendek, melainkan mencerminkan penyesuaian pasar terhadap meningkatnya risiko global.

Menurutnya, tekanan terhadap IHSG terjadi karena pelaku pasar mulai memasukkan berbagai ketidakpastian global ke dalam valuasi aset keuangan.

“Pelemahan IHSG hari ini bukan sekadar sentimen sesaat, melainkan cerminan pasar yang sedang price in risiko global,” ujar Hari, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, meningkatnya tensi geopolitik global turut memicu pergeseran alokasi aset investor menuju instrumen yang dianggap lebih aman. Kondisi ini membuat pasar saham emerging market, termasuk Indonesia, mengalami tekanan volatilitas.

“Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi, pasar cenderung defensif dan pergerakan IHSG akan tetap fluktuatif,” katanya.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, menambahkan pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini lebih dipicu aksi ambil untung (profit taking) setelah reli penguatan yang cukup signifikan pada sesi sebelumnya.

Menurutnya, tekanan yang terjadi bukan mencerminkan perubahan tren utama, melainkan respons teknikal investor setelah kenaikan indeks yang cukup besar.

“Diperkirakan hanya sesaat, sebagai bentuk profit taking karena penguatan kemarin cukup besar. Secara teknikal, IHSG masih berada di posisi aman dengan bertahan di atas level support 7.152,” ujarnya.

Baca Juga: Belum Ada Deeskalasi, IHSG Masih Rentan Terseret Sentimen Global

Baca Juga: OJK Optimis Pasar Modal RI Tetap Jadi Investasi Unggulan

Baca Juga: Meski DIguncang Perang AS - Iran, OJK Klaim Pasar Modal RI Masih Dilirik Investor Asing

William memperkirakan struktur teknikal IHSG saat ini masih membuka peluang untuk melanjutkan tren penguatan selama level support tersebut tetap terjaga.

Dalam skenario positif, IHSG berpotensi kembali melanjutkan kenaikan dengan target menuju area 7.400 dalam jangka menengah.

“IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan target 7.400,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri