Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menjaga Warisan, Menyiapkan Masa Depan: Keluarga Hidayat Siapkan Estafet Sido Muncul ke Generasi Keempat

Menjaga Warisan, Menyiapkan Masa Depan: Keluarga Hidayat Siapkan Estafet Sido Muncul ke Generasi Keempat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Keluarga Hidayat mulai menyiapkan transisi kepemimpinan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) kepada generasi keempat melalui proses bertahap yang dirancang dalam satu tahun ke depan. 

Langkah ini menjadi fase krusial dalam perjalanan perusahaan keluarga yang telah berdiri lebih dari lima dekade, dengan fokus menjaga kesinambungan bisnis sekaligus memperkuat fondasi organisasi sebelum diserahkan kepada penerus.

Direktur SIDO Irwan Hidayat menyampaikan bahwa proses transisi tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui persiapan menyeluruh yang melibatkan generasi sebelumnya dalam penguatan sistem dan tata kelola.

“Kami berlima selama setahun ini akan mempersiapkan SIDO sebaik mungkin untuk menyerahkan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Irwan menegaskan, meskipun estafet kepemimpinan akan diberikan kepada generasi berikutnya, keluarga Hidayat tidak akan sepenuhnya melepas peran. Generasi ketiga tetap akan hadir dalam berbagai fungsi strategis perusahaan.

“Saya masih cuma jadi Direktur Marketing, atau jadi COO, atau jadi Komisaris. Jadi tidak ditinggal semua gitu. Enggak, enggak ditinggal,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini mempertimbangkan karakter perusahaan keluarga di Indonesia yang tidak hanya mengandalkan struktur formal, tetapi juga nilai dan kebiasaan yang telah terbentuk selama puluhan tahun.

“Supaya aturannya itu jelas. Aturan hukum adat itu lho. Kamu kan tahu di Indonesia ini banyak hukum adat. Apalagi perusahaan kayak kami ini, 57 tahun. Aturan kebiasaan, bahkan yang enggak tertulis,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman panjang keluarga menjadi bekal penting dalam mendampingi generasi penerus menghadapi dinamika bisnis ke depan.

“Pengalaman kami ini sama adik-adik saya itu 57 tahun di dalam bekerja. Dan pengalaman itu ya yang membuat kami ini mengerti apa yang mesti kami lakukan,” katanya.

Ia juga memastikan keterlibatan dalam pengambilan keputusan strategis tetap berjalan selama masa transisi.

“Oh enggak, masih dong (strategis), masih,” ujarnya.

Irwan Kembali Jadi CEO, Penutup Generasi Ketiga

Rencana suksesi ini akan diformalisasi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 9 April 2026. Dalam agenda tersebut, Irwan direncanakan kembali menjabat sebagai Direktur Utama untuk kedua kalinya, sekaligus menjadi CEO terakhir dari generasi ketiga.

“Sebagai yang paling senior di keluarga Hidayat, saya akan menjadi CEO SIDO terakhir dari generasi ketiga untuk mewakili seluruh keluarga Hidayat menyerahkan SIDO kepada generasi penerus,” ujarnya.

Irwan sebelumnya pernah menjabat sebagai CEO pada periode 18 Desember 2013 hingga 17 Mei 2016. Setelah itu, kepemimpinan dilanjutkan oleh Sofyan Hidayat dan kemudian David Hidayat yang menjabat hingga 2026.

Dalam satu tahun masa persiapan, Sido Muncul menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan perusahaan berada dalam kondisi optimal saat diserahkan kepada generasi keempat.

Langkah tersebut meliputi peningkatan transparansi perusahaan, efisiensi pengadaan melalui sistem monitoring SMARTdan penyesuaian inventori, perluasan pasar ekspor, serta peningkatan penjualan produk suplemen.

Selain itu, perusahaan juga mendorong partisipasi publik melalui kampanye kepemilikan saham sebagai bagian dari penguatan struktur pemegang saham.

Irwan menegaskan bahwa proses ini diarahkan untuk memastikan standar operasional perusahaan semakin kuat dan minim kesalahan.

“Tidak boleh salah pokoknya. Itu target kami. Tidak ada yang salah,” ujarnya.

Nilai Keluarga Tetap Jadi Fondasi

Di tengah proses regenerasi, Irwan menekankan bahwa nilai keluarga tetap menjadi dasar utama dalam pengelolaan perusahaan. Ia menyebut keharmonisan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas bisnis dan kepercayaan investor.

Ia juga menegaskan bahwa keluarga tidak tertarik melepas kepemilikan perusahaan, meskipun terdapat peluang besar secara finansial.

“Misalnya ada yang nawar Sido Muncul untuk dijual. Misalnya 15 T gitu ya. Enggak, enggak tertarik. Beneran,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga keberlangsungan perusahaan sebagai warisan keluarga menjadi prioritas utama dibandingkan keuntungan jangka pendek.

Untuk itu, ia meyakinkan para investor bahwa rencana penyerahan pengelolaan perusahaan keluarga ini tidak akan memberikan dampak buruk terhadap bisnis. "Para investor tuh enggak usah terlalu khawatir. Kami bukan keluarga yang ya ugal-ugalan lah gitu enggak ada. Kami semua hidupnya sederhana," tutup Irwan.

Berdasarkan data Forbes, Irwan Hidayat dan keluarga memiliki kekayaan sekitar US$1,15 miliar dan masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia pada 2025.

Asal tahu saja, Sido Muncul bermula dari usaha jamu rumahan pada 1951 di Semarang yang dirintis oleh Rakhmat Sulistio dan istrinya dengan tiga tenaga kerja. Produk awal berupa jamu seduh “Tujuh Angin” yang kemudian berkembang menjadi merek “Tolak Angin”.

Seiring meningkatnya permintaan, perusahaan memperluas kapasitas produksi dan resmi menjadi perseroan terbatas pada 1975. Modernisasi berlanjut dengan pembangunan pabrik berstandar industri serta penerapan standar farmasi, termasuk sertifikasi CPOTB dan CPOB dari BPOM.

Inovasi produk terus dilakukan, termasuk peluncuran Tolak Angin cair pada 1992 yang menjadi salah satu produk utama perusahaan. Ekspansi kapasitas produksi juga diperkuat dengan fasilitas modern hingga mampu memproduksi ratusan juta sachet per bulan.

Sido Muncul kemudian melantai di Bursa Efek Indonesia pada 18 Desember 2013 dengan kode emiten SIDO.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri