Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Terbang 7.697%, Laba Emiten Grup Bakrie (DEWA) Tembus Rp4,3 Triliun di 2025!

Terbang 7.697%, Laba Emiten Grup Bakrie (DEWA) Tembus Rp4,3 Triliun di 2025! Kredit Foto: Darma Henwa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat lonjakan kinerja yang luar biasa sepanjang 2025. Hingga 31 Desember 2025, emiten Grup Bakrie ini berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,3 triliun.

Angka tersebut meroket 7.697 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp55,23 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar (per 1.000 saham) ikut melesat menjadi Rp112, dari sebelumnya hanya Rp2,53.

Kinerja impresif ini tidak lepas dari pertumbuhan pendapatan yang tetap solid. DEWA mengantongi pendapatan sebesar Rp6,39 triliun, meningkat dari Rp6,03 triliun pada tahun sebelumnya. 

Kontribusi terbesar masih datang dari segmen jasa pertambangan sebesar Rp6,06 triliun, disusul jasa lainnya Rp362,41 miliar, dikurangi eliminasi Rp36,88 miliar.

Dari sisi efisiensi, beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp5,43 triliun dari sebelumnya Rp5,59 triliun. Hal ini mendorong laba bruto melonjak signifikan menjadi Rp962,17 miliar, dibandingkan Rp439,46 miliar pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Mau Rights Issue, JGLE Bidik Dana Rp414 Miliar untuk Akuisisi Jungleland

Baca Juga: Pendapatan Tumbuh, tapi Emiten Bakrie Group (VKTR) Rugi Rp11,36 Miliar di 2025

Tak hanya itu, lonjakan kinerja juga ditopang oleh penghasilan keuangan yang tercatat naik menjadi Rp15,88 miliar dari Rp4,54 miliar, sementara pendapatan lain-lain bersih melonjak drastis menjadi Rp3,73 triliun dari hanya Rp6,17 miliar. Di sisi lain, beban pajak turun tajam menjadi Rp4,12 miliar, dari sebelumnya Rp21,37 miliar.

Dari sisi neraca, total aset DEWA melesat menjadi Rp16,73 triliun, jauh meningkat dari Rp8,53 triliun pada akhir 2024. Liabilitas bengkak menjadi Rp8,14 triliun dari Rp5,49 triliun, sementara ekuitas terkerek signifikan menjadi Rp8,59 triliun dari sebelumnya Rp3,03 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri