AI Anthropic Terbaru 'Mythos' Bocor, Disebut Paling Canggih dan Berisiko Tinggi
Kredit Foto: Zabra
Perusahaan Pengembang Akal Imitasi (AI) Anthropic dilaporkan tengah menguji model kecerdasan buatan terbaru yang disebut sebagai yang paling kuat yang pernah mereka kembangkan. Namun, keberadaan model tersebut terungkap lebih awal akibat kebocoran data.
Model baru tersebut diberi nama “ythos. Ia ditemukan dalam draf blog internal yang tidak sengaja tersimpan dalam cache publik yang dapat diakses bebas. Kebocoran ini pertama kali diungkap oleh laporan media dan peneliti keamanan siber yang menemukan ribuan aset internal yang belum dipublikasikan.
Baca Juga: KTT ASEAN Bakal Digelar Sederhana, Fokus Dampak Perang Iran dan Amerika Serikat
Anthropic kemudian mengonfirmasi keberadaan model tersebut dan menyebutnya sebagai “lompatan besar” dalam performa dari AI. Model ini saat ini sedang diuji oleh sejumlah pengguna terbatas.
Perusahaan juga mengakui bahwa kebocoran terjadi akibat kesalahan manusia dalam sistem manajemen konten.
Anthropic juga memperkenalkan tier model baru bernama Capybara. Ia disebut memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan model sebelumnya seperti Claude Opus. Model baru ini diklaim memiliki peningkatan signifikan dalam berbagai kemampuan, termasuk pemrograman (coding), enalaran akademik hingga keamanan siber.
Kemampuan dalam bidang keamanan siber menjadi perhatian utama, karena model ini disebut memiliki potensi risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemajuan terkait dinilai memiliki dampak langsung terhadap industri kripto, terutama dalam keamanan blockchain, audit smart contract hingga serangan dan pertahanan dalam sektor DeFi.
Model akal imitasi yang semakin canggih dapat mempercepat perlombaan antara pihak yang mencoba mengeksploitasi sistem dan mereka yang berupaya melindunginya.
Namun Anthropic sendiri menyatakan bahwa model ini masih dalam tahap pengujian dan belum siap untuk dirilis secara luas. Selain itu, model ini juga disebut membutuhkan biaya operasional yang tinggi, sehingga peluncurannya masih akan dilakukan secara bertahap dan hati-hati.
Insiden kebocoran ini menjadi ironi tersendiri, mengingat model yang dikembangkan memiliki kemampuan tinggi dalam bidang keamanan siber, namun justru bocor akibat kesalahan internal.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa risiko keamanan tidak hanya berasal dari teknologi, tetapi juga dari faktor manusia.
Baca Juga: Bitcoin Jadi Target, Brasil Izinkan Penggunaan Aset Kripto Sitaan Demi Lawan Kejahatan
Kehadiran “Mythos” menandai kemajuan besar dalam teknologi kecerdasan buatan, namun juga membawa tantangan baru, terutama dalam keamanan digital.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: