Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Soroti Demo No Kings di Amerika Serikat: Publik Marah Akibat Dominasi Israel di AS

Iran Soroti Demo No Kings di Amerika Serikat: Publik Marah Akibat Dominasi Israel di AS Kredit Foto: AFP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran menyoroti gelombang gelombang demonstrasi “No Kings” yang terjadi di Amerika Serikat. Menurutnya, salah satu penyebab hal itu terjadi adalah kebijakan perang yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dikutip dari X, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menilai demonstasi itu mencerminkan ketidakpuasan dan kemarahan publik terhadap Trump. Ia mengatakan, masyarakat telah melihat bagaimana kebijakan sang presiden begitu pro terhadap Israel.

Baca Juga: Operasi Darat hingga Selat Hormuz, Pakistan Akan Sulit Damaikan Iran dan Amerika Serikat

Ia menyuarakan dukungan terhadap demonstrasi, di mana masyarakat memprotes beragam kebijakan mulai dari deportasi imigran, perang hingga dominasi kepentingan dari Israel di Washington.

Diketahui, gelombang protes memasuki putaran ketiga dengan skala yang semakin besar di Amerika Serikat. 3.200 aksi direncanakan berlangsung dalam seantero negeri dalam rangka mengkritik kebijakan dari Trump.

Demonstrasi besar dilaporkan terjadi di sejumlah kota utama seperti New York, Dallas, Philadelphia, dan Washington. Namun, sebagian besar aksi justru berlangsung di kota-kota kecil, menunjukkan meluasnya gerakan hingga ke komunitas lokal.

Di New York, massa mencapai puluhan ribu orang dan memenuhi lebih dari sepuluh blok dalam kawasan dari Manhattan. Sementara di Dallas, aksi diwarnai bentrokan kecil antara demonstran dan kelompok tandingan yang berujung pada penangkapan oleh aparat.

Di Minnesota, ribuan orang berkumpul di depan gedung parlemen negara bagian sebagai bentuk protes terhadap tindakan aparat federal. Aksi ini juga dipicu oleh sejumlah insiden yang melibatkan warga sipil, termasuk kasus penembakan yang memicu kemarahan publik.

Selain isu domestik, kebijakan luar negeri juga menjadi pemicu protes di Amerika Serikat. Trump diketahui meluncurkan serangan hingga menyebakan konflik yang telah memasuki pekan kelima dengan Iran.

Terbaru, ia dikabarkan tengah mempertimbangkan pengiriman sekitar empat ribu tentara dari 82nd Airborne Division. Pasukan elite dengan respons cepat tersebut saat ini berbasis di Fort Bragg, North Carolina.

Washington juga dikabarkan tengah mempertimbangkan pengiriman tentara hingga 10.000. Pasukan tambahan ini kemungkinan akan mencakup unit infanteri, kendaraan lapis baja hingga dukungan tempur lainnya. 

Rencana pasukan tambahan in isendiri masih dalam tahap pembahasan internal dan belum menjadi keputusan final. Namun, Trump dengan hal tersebut menunjukkan bahwa mereka terus meningkatkan kesiapan militernya dalam menghadapi Iran.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melalui proposal damainya menegaskan bahwa negara tersebut harus menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan program pengayaan uranium. Iran juga diminta untuk membatasi program rudal balistik dan menghentikan dukungan mereka terhadap sekutu regional di Timur Tengah.

Trump juga menyoroti blokade yang dilakukan negara tersebut terhadap Selat Hormuz. Trump dilaporkan tak ingin hal itu terjadi kembali dan oleh karenanya, ia juga meminta kontrol atas Selat Hormuz.

Ia juga memperingatkan bahwa jika proposal tersebut tidak diterima, maka pihaknya akan memberikan tekanan militer yang lebih berat ke Iran.

Pezeshkian sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya tengah menkaji proposal itu. Ia juga menegaskan pentingnya membangun kepercayaan sebagai dasar untuk membuka jalur negosiasi. Ia memberikan sinyal bahwa pihaknya belum melupakan bagaimana serangan terjadi tak lama usai negosiasi pengembangan nuklir dengan Washington.

Baca Juga: Diplomasi Mandek, Amerika Serikat Bakal Kerahkan Ribuan Tentara hingga Pasukan Elite di Iran

Pprotes “No Kings” mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap pemerintahan dari Trump. Situasi politik domestik diperkirakan akan semakin dinamis dan berpotensi turut mempengaruhi jalan perang dari Amerika Serikat dan Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar