Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba Emiten Jagoan Lo Kheng Hong (DILD) Anjlok 63% di 2025, Ini Biang Keroknya

Laba Emiten Jagoan Lo Kheng Hong (DILD) Anjlok 63% di 2025, Ini Biang Keroknya Kredit Foto: Intiland Development
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Intiland Development Tbk (DILD) mencatat penurunan laba bersih yang cukup dalam sepanjang 2025. Emiten jagoan Lo Kheng Hong ini membukukan laba bersih Rp64,26 miliar, merosot 63,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp174,76 miliar. Dampaknya, laba per saham dasar ikut turun menjadi Rp6,20 dari sebelumnya Rp16,86.

Dari sisi pendapatan, perusahaan mencatat Rp2,46 triliun, sedikit terkoreksi dari Rp2,55 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari segmen perumahan sebesar Rp781,99 miliar, disusul kawasan industri Rp623,55 miliar, fasilitas Rp534,87 miliar, perkantoran Rp253,48 miliar, high rise Rp222,34 miliar, serta hotel Rp46,13 miliar.

Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok penjualan dan beban langsung menyusut menjadi Rp1,5 triliun dari Rp1,76 triliun. Hal ini mendorong laba kotor meningkat menjadi Rp960,48 miliar dari Rp785,35 miliar.

Efisiensi juga terlihat pada beban operasional. Beban penjualan turun menjadi Rp39,16 miliar dari Rp58,94 miliar, sementara beban umum dan administrasi berkurang menjadi Rp249,08 miliar dari Rp272,17 miliar. Secara total, beban usaha turun menjadi Rp288,24 miliar dari Rp331,12 miliar.

Hasilnya, laba usaha naik signifikan menjadi Rp672,24 miliar dibandingkan Rp454,23 miliar pada tahun sebelumnya. Namun, perbaikan ini tidak cukup untuk menopang laba bersih.

Tekanan terbesar datang dari beban lain-lain bersih yang melonjak drastis menjadi Rp520,86 miliar dari Rp120,48 miliar. Lonjakan inilah yang akhirnya menjadi biang kerok menggerus laba tahun berjalan menjadi Rp178,55 miliar, turun dari Rp263,85 miliar.

Baca Juga: Lo Kheng Hong Tambah Koleksi Saham GJTL, Rogoh Rp1,5 Miliar

Baca Juga: Bisnis Properti Lesu, Laba Summarecon (SMRA) Ambles 44,18% Sepanjang 2025

Dari sisi neraca, total aset perusahaan tercatat Rp13,11 triliun, menurun dari Rp13,70 triliun. Liabilitas juga turun menjadi Rp6,33 triliun dari Rp6,95 triliun, sementara ekuitas naik tipis menjadi Rp6,78 triliun dari Rp6,74 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri