Kredit Foto: CYBR
PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mencatat kinerja keuangan terkuat sepanjang 2025 dengan lonjakan laba bersih 8.504% menjadi Rp65,4 miliar dari Rp0,8 miliar pada tahun sebelumnya, ditopang pertumbuhan pendapatan 62,1% menjadi Rp527,1 miliar serta percepatan strategi keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI). Kinerja ini diumumkan dalam laporan keuangan audited tahun buku 2025 per 31 Desember 2025.
President Director dan Chief Executive Officer ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannacher, menyatakan bahwa 2025 menjadi titik balik bagi perseroan dalam mencapai profitabilitas sekaligus memperkuat fondasi bisnis berbasis AI.
“Tahun 2025 menjadi momen penting bagi ITSEC Asia. Kami tidak hanya mencapai profitabilitas, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis, memperluas jangkauan produk, serta mempercepat pengembangan kapabilitas berbasis AI. Kami terus berkomitmen untuk melindungi masa depan digital Indonesia sekaligus memberikan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Perseroan juga mencatatkan perbaikan signifikan pada profitabilitas operasional, dengan laba usaha berbalik positif menjadi Rp92,5 miliar dibandingkan rugi usaha Rp435 juta pada 2024. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan ekspansi bisnis dan efisiensi operasional yang dijalankan sepanjang tahun.
Di sisi margin, laba bruto melonjak 141,6% menjadi Rp284,6 miliar dengan margin meningkat ke 54,0% dari 36,2% pada tahun sebelumnya. Kinerja ini menunjukkan peningkatan kualitas pendapatan sekaligus penguatan struktur bisnis perseroan.
Selain itu, struktur keuangan turut membaik dengan total ekuitas mencapai Rp256,2 miliar serta rasio utang terhadap ekuitas (gearing ratio) turun signifikan dari 1,13x menjadi 0,20x, mencerminkan kondisi keuangan yang lebih sehat.
Sepanjang tahun, perseroan memperkuat strategi keamanan siber berbasis AI melalui sejumlah inisiatif, termasuk pembentukan PT ITSEC Cyber Academy yang fokus pada pelatihan keamanan siber dan AI untuk sektor pemerintah dan korporasi. Langkah ini sekaligus memperluas penetrasi pasar di segmen enterprise.
Di sisi produk, ITSEC meluncurkan aplikasi keamanan siber berbasis AI IntelliBroń Aman untuk konsumen yang mencatat lebih dari 100.000 unduhan dalam bulan pertama melalui kemitraan dengan produsen perangkat. Sementara itu, solusi IntelliBroń Orion memperkuat layanan untuk segmen usaha kecil dan menengah melalui kemampuan deteksi ancaman dan respons insiden secara real time.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp27 miliar pada 2025 yang dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur teknologi, aset tak berwujud, dan ekspansi operasional.
Baca Juga: CYBR Rencana Stock Split, Saham Beredar Tembus 13,4 Miliar
Baca Juga: Perluas Basis Investor, Itsec Asia (CYBR) Berencana Stock Split 1:2
ITSEC Asia juga memperkuat peran strategisnya dalam ekosistem nasional dengan menginisiasi Gerakan Keamanan Siber Nasional bersama ADIGSI dan BSSN, yang berfokus pada perlindungan infrastruktur kritis, pengembangan talenta, serta peningkatan kesadaran keamanan siber bagi lebih dari 65 juta pelaku UMKM di Indonesia.
Kontribusi utama terhadap pendapatan masih berasal dari layanan Professional Security Services dan Managed Security Services, dengan basis klien di sektor keuangan, energi, dan telekomunikasi. Ekspansi regional melalui operasi di Singapura juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan kinerja.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement