Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Wapres Lebih Tertarik Membahas Alien Dibandingkan Bicara Dampak Perang Iran ke Rakyat

Wapres Lebih Tertarik Membahas Alien Dibandingkan Bicara Dampak Perang Iran ke Rakyat Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS), JD Vance, baru-baru ini membahas masalah alien di tengah negaranya yang sedang dilanda berbagai masalah, mulai dari perang di Iran yang terus berlanjut, lonjakan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok, hingga kekacauan di sejumlah bandara AS akibat imbas penutupan sebagian layanan pemerintah (government shutdown).

Di tengah situasi krisis tersebut, Vance justru tampil dalam sebuah acara podcast The Benny Show, akhir pekan lalu.

The Guardian melaporkan dalam siaran tersebut, ia berjanji akan meluangkan waktu untuk menyelidiki tentang UFO dan makhluk luar angkasa karena sudah menjadi obsesi pribadinya sejak lama.

Awalnya, sang pembawa acara, Benny Johnson bertanya kepada Vance apakah ia telah meninjau dokumen-dokumen UAP terkait benda yang bisa terbang di mana dokumen tersebut sebelumnya telah dijanjikan oleh presiden untuk dipublikasikan.

"Sebenarnya belum. Saya belum bisa meluangkan waktu yang cukup untuk hal ini, tetapi saya akan melakukannya. Percayalah, saya terobsesi dengan hal ini," jawab Vance.

Namun, menariknya, ia menunjukkan antusiasme yang jauh lebih besar saat membahas topik 'alien' dibandingkan saat ia merespons pertanyaan-pertanyaan sebelumnya mengenai serangan militer AS-Israel ke Iran.

Lebih lanjut, ketertarikan Wapres ini ternyata meluas hingga ke pertanyaan mengenai eksistensi makhluk luar angkasa dan bagaimana posisi mereka jika ditarik ke dalam diskusi yang lebih luas mengenai agama.

"Saya tidak berpikir mereka itu alien, saya rasa mereka adalah iblis, tetapi itu adalah pembahasan yang lebih panjang," pungkas Vance.

Pertanyaan ini diajukan di tengah sikap bungkam Vance belakangan ini terkait perang di Timur Tengah yang dipimpin Donald Trump, sebuah kebijakan yang kabarnya secara internal ia tentang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement