Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dari Kasus Amsal, Ini Pentingnya Menentukan Harga Jasa Kreatif

Dari Kasus Amsal, Ini Pentingnya Menentukan Harga Jasa Kreatif Kredit Foto: Ilustrasi Kamera
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus yang menjerat videografer Amsal Christy Sitepu belakangan membuka diskusi yang lebih luas di industri kreatif. Salah satu yang paling disorot adalah bagaimana nilai sebuah jasa kreatif ditentukan dan dipahami, baik oleh klien maupun sistem administrasi.

Di tengah lonjakan kebutuhan konten digital, peran videografer kini semakin krusial. Namun di balik tingginya permintaan, banyak pelaku kreatif masih menghadapi tantangan yang sama: menentukan harga yang adil tanpa merugikan diri sendiri.

Dalam praktik profesional, tarif videografi tidak sekadar dihitung dari durasi pengambilan gambar. Nilai jasa justru terbentuk dari keseluruhan proses, mulai dari perencanaan hingga tahap akhir produksi.

Melansir AdPlay Media, biaya videografi ditentukan oleh kombinasi waktu kerja, kompleksitas proyek, pengalaman, hingga beban pascaproduksi. Tahapan editing bahkan kerap memakan waktu jauh lebih lama dibanding proses shooting itu sendiri.

Pandangan ini juga disampaikan oleh Edmund Chong yang menegaskan pentingnya pendekatan profesional dalam menentukan harga.

“Penetapan harga bukan sekadar memilih angka yang terasa tepat, tetapi harus mencerminkan nilai, biaya nyata, dan posisi di pasar,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Evan Pirone yang menyoroti pentingnya transparansi kepada klien.

“Menghasilkan konten berkualitas tinggi harus diiringi dengan penjelasan yang jelas mengenai proses dan biaya, sehingga klien memahami nilai di balik harga yang dibayarkan,” kata Evan dikutip dari Adjust.

Secara umum, struktur biaya videografi terbagi dalam tiga komponen utama. Komponen tersebut mencakup biaya produksi, pascaproduksi, serta biaya operasional seperti peralatan dan mobilitas.

Di antara ketiganya, tahap editing sering kali menjadi penentu utama dalam pembentukan harga. Proses ini tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga keterampilan teknis dan kreativitas yang tinggi.

Dari sisi pasar, tarif videografer sangat bervariasi tergantung skala proyek dan pengalaman. Secara global, tarif bisa berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per jam, sementara proyek komersial dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Bagi pelaku UMKM maupun individu, memahami struktur ini menjadi penting sebelum menggunakan jasa videografer. Harga yang terlalu rendah sering kali mencerminkan adanya pengurangan pada kualitas, proses, atau hasil akhir.

Baca Juga: Kemenko PMK Pastikan Koordinasi Lintas Sektor untuk Serap Aspirasi Wacana Pembatasan Nikotin dan Tar

Ke depan, tren penentuan harga di industri ini cenderung mengarah pada pendekatan berbasis nilai. Videografer tidak lagi sekadar menjual waktu kerja, tetapi juga hasil, kreativitas, dan dampak dari konten yang dihasilkan.

Kasus Amsal menjadi pengingat bahwa nilai sebuah karya kreatif tidak selalu mudah diukur dengan pendekatan administratif. Perbedaan cara pandang dalam menilai jasa inilah yang membuat isu harga di industri kreatif menjadi semakin kompleks.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement