Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PM Keir Starmer: Inggris Tegas Tolak Ikut Perang Iran, Berseberangan dengan AS

PM Keir Starmer: Inggris Tegas Tolak Ikut Perang Iran, Berseberangan dengan AS Kredit Foto: Reuters/Ints Kalnins
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan negaranya tidak akan ikut terseret dalam konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran. Sikap ini menandai perbedaan posisi Inggris dengan Amerika Serikat di tengah eskalasi yang terus meningkat.

Starmer menyebut keputusan tersebut didasarkan pada kepentingan nasional Inggris. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak akan mengambil langkah yang dapat merugikan stabilitas dalam negeri.

“Saya akan selalu mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan nasional. Itulah sebabnya kami tidak terseret ke dalam konflik Timur Tengah, dan mengapa kami berjuang untuk melindungi standar hidup masyarakat,” ujar Starmer melalui platform X.

Ia juga menanggapi tekanan dari oposisi terkait sikap pemerintah dalam konflik Iran. Menurutnya, pemerintah Partai Buruh tetap merespons situasi dengan sikap optimistis dan penuh keyakinan.

Pernyataan ini muncul di tengah perbedaan pandangan antara Starmer dan Presiden AS Donald Trump. Dalam wawancara sebelumnya, Starmer menegaskan tidak akan mengubah sikap meski mendapat tekanan.

“Saya melihat banyak pernyataan dan tindakan yang bertujuan menekan saya untuk mengubah keputusan, tetapi saya tidak akan melakukannya,” kata Starmer kepada Sky News.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah Inggris bersiap menggelar rapat darurat COBRA (Cabinet Office Briefing Rooms) untuk membahas perkembangan konflik Iran. Starmer juga dijadwalkan bertemu dengan para eksekutif sektor energi untuk mengantisipasi dampak lanjutan.

Ketegangan antara Inggris dan AS sempat meningkat setelah Washington mengkritik London. Kritik itu muncul karena Inggris awalnya menolak memberikan akses pangkalan militer untuk operasi awal AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Inggris kemudian memberikan akses terbatas hanya untuk operasi defensif setelah Iran meluncurkan serangan balasan berupa rudal dan drone di kawasan Teluk. Meski demikian, Starmer tetap menegaskan bahwa Inggris tidak akan ikut terlibat dalam perang tersebut.

Baca Juga: Inggris Siapkan Kapal ke Selat Hormuz, Harga Minyak Terancam Naik

Konflik di kawasan terus memanas sejak serangan awal dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menyasar Israel serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara Teluk. Serangan ini tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga mengganggu infrastruktur serta aktivitas ekonomi global, termasuk pasar dan penerbangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement