Kredit Foto: Satgas PRR
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa kebijakan bekerja dari rumah (WFH) akan diumumkan resmi pada hari Selasa (31/3/2026). Langkah ini diambil pemerintah untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah dampak konflik Timur Tengah.
“Sabar saja, itu saya dengar kemungkinan besar, kemungkinan, ya, akan disampaikan resmi besok. Jadi, saya enggak mau mendahului,” ucap Tito di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (31/3).
Ia belum merinci isi kebijakan tersebut, namun memastikan Kementerian Dalam Negeri akan mengeluarkan imbauan lebih lanjut kepada pemerintah daerah. “Iya, pasti ada (imbauan ke pemda),” tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah akan segera mengumumkan kebijakan WFH sebelum akhir Maret.
“Akan diumumkan (kebijakan WFH) sebelum akhir bulan (Maret),” kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (27/3).
Inisiatif ini ditempuh sebagai langkah penghematan BBM menyusul lonjakan harga energi akibat gejolak global.
Baca Juga: Meski Hemat BBM 20 Persen, tapi Ini Tantangan Kebijakan WFH
Baca Juga: WFH hingga B50 Masuk Paket Kebijakan Ekonomi Baru Hadapi Gejolak Global
Pemerintah merencanakan WFH berlaku satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN), termasuk pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Sementara untuk sektor swasta, kebijakan ini bersifat imbauan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement