Hasil Survei Kepuasan Konsumen: Mobil ICE Jepang Masih Unggul Lewati Mobil Listrik dari China
Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Mobil bermesin pembakaran internal (ICE) dan hybrid, khususnya dari pabrikan Jepang, masih menjadi pilihan utama konsumen di Thailand di tengah pertumbuhan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang sampai saat ini terus berkembang.
Temuan ini terungkap dalam studi Thailand Product Customer Experience Index (Product CXI) 2026 yang dirilis Differential Thailand Ltd pada 31 Maret 2026, sebagaimana dilaporkan oleh Bangkok Post.
Studi tersebut melibatkan lebih dari 2.600 pemilik kendaraan dari 14 merek populer dan mengukur pengalaman pengguna dari sisi desain, kemudahan penggunaan, serta teknologi. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun tren elektrifikasi semakin kuat, tingkat kepuasan tertinggi masih didominasi kendaraan berbasis ICE dan hybrid.
Dalam pemeringkatan, Great Wall Motor (GWM) menempati posisi teratas dengan skor 896 dari 1.000. Sementara itu, pabrikan Jepang seperti Honda dan Mazda berada di posisi kedua bersama dengan skor 895, diikuti Nissan (894), Ford (893), dan Toyota (891), yang semuanya berada di atas rata-rata industri sebesar 890 poin.
Salah satu temuan penting dalam studi ini adalah adanya kesenjangan kepuasan antara jenis kendaraan. Kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), yang banyak diwakili produsen asal China, mencatat skor rata-rata 884 poin, lebih rendah dibandingkan kendaraan ICE dan hybrid yang mencapai 891 poin.
Managing Director Differential Thailand, Siros Satrabhaya, menyebutkan bahwa meskipun teknologi EV menarik secara inovasi, infrastruktur dan aspek teknisnya masih belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi konsumen.
Ia menyoroti bahwa baterai dan proses pengisian daya masih menjadi kendala utama, terutama terkait durasi pengisian dan kemudahan penggunaan charger di rumah.
Studi ini juga menunjukkan perubahan perilaku konsumen Thailand yang kini memandang mobil bukan sekadar alat transportasi, melainkan sebagai ruang pribadi yang nyaman. Tingkat kepuasan tertinggi ditemukan pada aspek interior, seperti pencahayaan kabin dan kualitas material.
Selain itu, fitur fungsional seperti port pengisian daya ponsel, kontrol setir yang intuitif, serta sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) menjadi faktor penting.
Namun, masih terdapat tantangan pada aspek kenyamanan kabin, khususnya terkait kebisingan, getaran, dan kualitas audio. Konsumen mengharapkan peningkatan pada peredaman suara serta sistem audio yang lebih jernih.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Advertisement