Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Daerah 3T Belum Siap EV, Biofuel Jadi Jembatan Energi Indonesia

Daerah 3T Belum Siap EV, Biofuel Jadi Jembatan Energi Indonesia Kredit Foto: BYD
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketimpangan infrastruktur kendaraan listrik di berbagai wilayah Indonesia mulai menegaskan bahwa transisi energi tidak bisa dilakukan secara seragam.

Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) masih bergantung pada bahan bakar minyak sehingga membutuhkan solusi antara sebelum elektrifikasi berjalan penuh.

Dalam konteks tersebut, biofuel mulai diposisikan sebagai alternatif realistis untuk menjembatani kebutuhan energi masyarakat. Kebijakan ini dinilai mampu menekan ketergantungan impor BBM tanpa harus menunggu kesiapan infrastruktur kendaraan listrik.

Institute for Development of Economics and Finance melihat pendekatan ini sebagai strategi transisi yang lebih adaptif terhadap kondisi lapangan. Pemanfaatan biofuel dianggap relevan terutama di wilayah yang belum tersentuh ekosistem kendaraan listrik.

Kepala Center of Industry, Trade, and Investment INDEF Andry Satrio Nugroho menilai biofuel dapat berperan sebagai penghubung menuju elektrifikasi.

“Biofuel bahkan menurut saya bisa menjadi bridging fuel sebelum ke EV,” ujarnya dikutip dari ANTARA.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan energi di tiap wilayah tidak bisa disamaratakan karena karakteristiknya berbeda.

“Karena segmennya menurut saya juga berbeda... kita perlu mendorong itu (biofuel dan EV) berdampingan,” kata Andry.

Sementara itu, pemerintah tetap melanjutkan agenda transisi melalui implementasi biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai berlaku pada pertengahan 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa B50 masih dalam tahap uji jalan sebelum diterapkan secara luas. Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas bahan bakar dan dampaknya terhadap performa mesin kendaraan.

Baca Juga: Tinggalkan Tren Mobil Mini, NEV Segmen Keluarga Kini Jadi Tulang Punggung Penjualan Wuling

Hasil sementara menunjukkan bahwa spesifikasi B50 telah memenuhi standar yang ditetapkan. Pemerintah menargetkan seluruh proses uji dan evaluasi rampung sebelum implementasi penuh dimulai.

Dengan kondisi tersebut, biofuel dan kendaraan listrik dipandang bukan sebagai pilihan yang saling menggantikan. Keduanya justru menjadi bagian dari strategi transisi energi yang berjalan paralel sesuai kesiapan masing-masing wilayah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat